Pasar buah dihantam bom, 10 tewas di Pakistan
Rabu, 09 April 2014 - 13:22 WIB
Pasar buah dihantam bom, 10 tewas di Pakistan
A
A
A
Sindonews.com – Setidaknya 10 orang tewas dan 40 lainnya luka-luka ketika sebuah bom meledak di dalam sebuah pasar buah di ibukota Pakistan, Islamabad pada Rabu (9/4/2014) pagi waktu setempat, ungkap pihak kepolisian setempat.
“Ledakan itu terjadi ketika ratusan orang membeli buah-buahan dari pasar besar yang tersebar di area seluas satu km di sektor I- 11 di Islamabad,” ungkap Zahid Saeed, komisaris polisi Rawalpind, seperti dilansir Xinhua.
Saksi mata mengatakan, ledakan itu terjadi sekitar pukul 08:25 waktu setempat ketika banyak pedagang buah dan pembeli di dalam pasar. "Sekitar 100 orang sedang melakukan tawar menawar pada tumpukan kotak jambu yang baru diturunkan dari sebuah truk ketika ledakan itu terjadi," ungkap seorang saksi mata.
Saeed mengatakan, bahan peledak itu tampaknya ada di dalam salah kotak jambu dan mereka sedang menyelidiki truk yang membawa jambu tersebut ke dalam pasar.
Korban terluka segera dilarikan ke Pakistan Institute of Medical Sciences di Islamabad untuk mendapatkan perawatan. Hingga saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.
“Ledakan itu terjadi ketika ratusan orang membeli buah-buahan dari pasar besar yang tersebar di area seluas satu km di sektor I- 11 di Islamabad,” ungkap Zahid Saeed, komisaris polisi Rawalpind, seperti dilansir Xinhua.
Saksi mata mengatakan, ledakan itu terjadi sekitar pukul 08:25 waktu setempat ketika banyak pedagang buah dan pembeli di dalam pasar. "Sekitar 100 orang sedang melakukan tawar menawar pada tumpukan kotak jambu yang baru diturunkan dari sebuah truk ketika ledakan itu terjadi," ungkap seorang saksi mata.
Saeed mengatakan, bahan peledak itu tampaknya ada di dalam salah kotak jambu dan mereka sedang menyelidiki truk yang membawa jambu tersebut ke dalam pasar.
Korban terluka segera dilarikan ke Pakistan Institute of Medical Sciences di Islamabad untuk mendapatkan perawatan. Hingga saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.
(esn)