Kerry desak Palestina & Israel lakukan pembicaraan damai
Kamis, 03 April 2014 - 20:43 WIB
Kerry desak Palestina & Israel lakukan pembicaraan damai
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, pada Kamis (3/4/2014), mendesak para pemimpin Palestina dan Israel untuk bertemu dan melakukan pembicaraan damai.
Menurut Kerry, saat ini yang dibutuhkan adalah tindakan nyata dari pemimpin kedua belah pihak untuk menyelesaikan krisis tersebut. Pernyataan Kerry tersebut disampaikan di tengah kunjungannya ke Al-Jazair.
"Anda bisa memfasilitasi, Anda dapat mendorong, namun keputusan dan komporomi dasar ada di pihak-pihak tersebut. Kami mendesak mereka untuk menemukan kompromi yang sangat penting untuk dapat bergerak maju," tambah Kerry, seperti dilansir Al Jazeera, Kamis (3/4/2014).
Kerry sendiri sangat menyadari, bahwa AS memiliki batasan dalam mendorong kedua negara untuk melakukan pembicaraan damai tersebut. Berhasil atau gagalnya pembicaraan damai tersebut tergantung kedua negara.
Namun, Kerry merasa perbicangan yang dia fasilitasi tersebut sedang berada di ambang jurang kegagalan. Hal ini dikarenakan tindakan kedua negara yang dianggap mencederai isi kesepakatan dalam perbicangan damai tersebut.
Menurut Kerry, saat ini yang dibutuhkan adalah tindakan nyata dari pemimpin kedua belah pihak untuk menyelesaikan krisis tersebut. Pernyataan Kerry tersebut disampaikan di tengah kunjungannya ke Al-Jazair.
"Anda bisa memfasilitasi, Anda dapat mendorong, namun keputusan dan komporomi dasar ada di pihak-pihak tersebut. Kami mendesak mereka untuk menemukan kompromi yang sangat penting untuk dapat bergerak maju," tambah Kerry, seperti dilansir Al Jazeera, Kamis (3/4/2014).
Kerry sendiri sangat menyadari, bahwa AS memiliki batasan dalam mendorong kedua negara untuk melakukan pembicaraan damai tersebut. Berhasil atau gagalnya pembicaraan damai tersebut tergantung kedua negara.
Namun, Kerry merasa perbicangan yang dia fasilitasi tersebut sedang berada di ambang jurang kegagalan. Hal ini dikarenakan tindakan kedua negara yang dianggap mencederai isi kesepakatan dalam perbicangan damai tersebut.
(esn)