Jika MH370 dibajak, politikus Malaysia ini siap bertukar nyawa
Senin, 17 Maret 2014 - 17:56 WIB
Jika MH370 dibajak, politikus Malaysia ini siap bertukar nyawa
A
A
A
Sindonews.com – Seorang politikus Malaysia ragu jika pesawat Malaysia Airlines (MAS) benar-benar dibajak. Datuk Mahfuz Omar—nama politikus itu, bahkan siap bertukar posisi untuk dengan 239 orang di pesawat itu yang mungkin menjadi sandera.
Mahfuz adalah anggota Pakatan Rakyat, sebuah koalisi dari Partai Keadilan Rakyat, Partai Tindakan Demokratik (DAP) dan Partai Islam Se-Malaysia (PAS). Komentar Mahfuz itu disampaikan dii gedung parlemen Malaysia. Jika pesawat itu benar dibajak, katanya, akan ada negosiasi.
”Perhatian kami sekarang adalah keselamatan penumpang. Saya bersedia untuk bertukar tempat dengan penumpang dan menjadi sandera jika diperlukan,” katanya, Senin (17/3/2014).
Mahfuz menegaskan bahwa tawaran itu juga melibatkan para pemimpin Pakatan Rakyat lainnya. Selama sidang parlemen, Mahfuz mendesak Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Razak dan Menteri Transportasi, Datuk Seri Hishammuddin Hussein untuk menjelaskan banyak pertanyaan yang belum terjawab seputar hilangnya pesawat MH370.
”Tidak apa-apa jika parlemen ragu dengan saya untuk membahas masalah ini, tetapi Perdana Menteri atau Menteri Transportasi harus datang dan memberikan penjelasan,” ucapnya, seperti dikutip The Star.
Mahfuz adalah anggota Pakatan Rakyat, sebuah koalisi dari Partai Keadilan Rakyat, Partai Tindakan Demokratik (DAP) dan Partai Islam Se-Malaysia (PAS). Komentar Mahfuz itu disampaikan dii gedung parlemen Malaysia. Jika pesawat itu benar dibajak, katanya, akan ada negosiasi.
”Perhatian kami sekarang adalah keselamatan penumpang. Saya bersedia untuk bertukar tempat dengan penumpang dan menjadi sandera jika diperlukan,” katanya, Senin (17/3/2014).
Mahfuz menegaskan bahwa tawaran itu juga melibatkan para pemimpin Pakatan Rakyat lainnya. Selama sidang parlemen, Mahfuz mendesak Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Razak dan Menteri Transportasi, Datuk Seri Hishammuddin Hussein untuk menjelaskan banyak pertanyaan yang belum terjawab seputar hilangnya pesawat MH370.
”Tidak apa-apa jika parlemen ragu dengan saya untuk membahas masalah ini, tetapi Perdana Menteri atau Menteri Transportasi harus datang dan memberikan penjelasan,” ucapnya, seperti dikutip The Star.
(mas)