Tak mungkin MH370 lintasi India tanpa terdeteksi
Minggu, 16 Maret 2014 - 13:00 WIB
Tak mungkin MH370 lintasi India tanpa terdeteksi
A
A
A
Sindonews.com – Petugas pengendali lalu lintas udara India meragukan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 bisa memasuki wilayah udara India tanpa diketahui oleh sistem pertahanan India. Demikian ditegaskan Sekretaris pengendali lalu lintas udara India, Sugata Pramanik.
“Jikapun MH370 bisa menghindari deteksi dari Secondary Surveillance Radar, tapi blip yang dipancarkan oleh pesawat Boeing 777-200 ER yang besar pasti akan terlihat oleh Angkatan Udara India yang menggunakan Primary Surveillance Radar,” kata Pramanik, seperti dikutip dari Times of India, Sabtu (13/3/2014).
"Setiap penerbangan yang bergerak dari arah utara-barat menuju Kazakhstan dari Malaysia, seperti yang diungkapkan oleh PM Malaysia Najib Razak, pasti akan melewati Kolkata Flight Information Region (FIR),” lanjutnya.
Dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, Najib menyatakan, bahwa MH370 bisa saja mengambil dua koridor. Pertama koridor utara dari perbatasan Kazakstan dan Turkmenistan ke utara Thailand. Dan koridor selatan membentang dari Indonesia ke Samudera Hindia selatan.
"Jika pesawat ingin menghindari deteksi, mereka dapat dengan mudah menjadi tidak terlihat oleh radar sipil dengan mematikan transponder yang merelay informasi tentang pesawat. Tapi, pesawat tidak dapat menghindari radar sistem pertahanan,” jelasnya.
Menurutnya, Angkatan Udara India memiliki radar di beberapa instalasi di seluruh negeri. “Tidak dapat dibayangkan, bahwa tidak satupun dari radar itu melihat blip aneh tanpa izin penerbangan," kata Pramanik.
Senada dengan Pramanik, seorang anggota Serikat Penerbangan dari Kolkata, Sushil Mondal, juga menepis kemungkinan MH370 bisa masuk wilayah udara India tanpa terdeteksi. Menurutnya, semua akan mengalami kerugian jika Angkatan Udara India mendeteksi pesawat yang tidak memiliki izin pertahanan udara masuk ke wilayah India.
"Setiap pesawat terbang yag melalui wilayah udara India diwajibkan untuk menyerahkan rencana penerbangan dan menjalin kontak kontrol lalu lintas udara di jalur penerbangan. Permintaan izin ini kemudian diteruskan ke Angkatan Udara," kata Mondal.
"Ada kalanya Angkatan Udara menemukan blip yang tidak sesuai rencana penerbangan. Hal itu biasanya terjadi ketika rencana penerbangan mengalami gangguan karena sistem atau kegagalan link. Mereka kemudian segera hubungi kami untuk informasi,” jelasnya.
“Jika rencana penerbangan pesawat tidak menunjukkan hal yang mencurigakan, izin akan diberikan. Jika tidak, maka pesawat itu akan diminta untuk kembali, ke mana pun asalnya. Dalam kasus MH370 ini, kita tidak memiliki informasi apapun dari pesawat,” tambah Mondal.
Menurut Times of India, ada sembilan Zona Identifikasi Pertahanan Udara di India yang siaga setiap waktu untuk mencegah pesawat musuh melanggar wilayah udara India.
“Jikapun MH370 bisa menghindari deteksi dari Secondary Surveillance Radar, tapi blip yang dipancarkan oleh pesawat Boeing 777-200 ER yang besar pasti akan terlihat oleh Angkatan Udara India yang menggunakan Primary Surveillance Radar,” kata Pramanik, seperti dikutip dari Times of India, Sabtu (13/3/2014).
"Setiap penerbangan yang bergerak dari arah utara-barat menuju Kazakhstan dari Malaysia, seperti yang diungkapkan oleh PM Malaysia Najib Razak, pasti akan melewati Kolkata Flight Information Region (FIR),” lanjutnya.
Dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, Najib menyatakan, bahwa MH370 bisa saja mengambil dua koridor. Pertama koridor utara dari perbatasan Kazakstan dan Turkmenistan ke utara Thailand. Dan koridor selatan membentang dari Indonesia ke Samudera Hindia selatan.
"Jika pesawat ingin menghindari deteksi, mereka dapat dengan mudah menjadi tidak terlihat oleh radar sipil dengan mematikan transponder yang merelay informasi tentang pesawat. Tapi, pesawat tidak dapat menghindari radar sistem pertahanan,” jelasnya.
Menurutnya, Angkatan Udara India memiliki radar di beberapa instalasi di seluruh negeri. “Tidak dapat dibayangkan, bahwa tidak satupun dari radar itu melihat blip aneh tanpa izin penerbangan," kata Pramanik.
Senada dengan Pramanik, seorang anggota Serikat Penerbangan dari Kolkata, Sushil Mondal, juga menepis kemungkinan MH370 bisa masuk wilayah udara India tanpa terdeteksi. Menurutnya, semua akan mengalami kerugian jika Angkatan Udara India mendeteksi pesawat yang tidak memiliki izin pertahanan udara masuk ke wilayah India.
"Setiap pesawat terbang yag melalui wilayah udara India diwajibkan untuk menyerahkan rencana penerbangan dan menjalin kontak kontrol lalu lintas udara di jalur penerbangan. Permintaan izin ini kemudian diteruskan ke Angkatan Udara," kata Mondal.
"Ada kalanya Angkatan Udara menemukan blip yang tidak sesuai rencana penerbangan. Hal itu biasanya terjadi ketika rencana penerbangan mengalami gangguan karena sistem atau kegagalan link. Mereka kemudian segera hubungi kami untuk informasi,” jelasnya.
“Jika rencana penerbangan pesawat tidak menunjukkan hal yang mencurigakan, izin akan diberikan. Jika tidak, maka pesawat itu akan diminta untuk kembali, ke mana pun asalnya. Dalam kasus MH370 ini, kita tidak memiliki informasi apapun dari pesawat,” tambah Mondal.
Menurut Times of India, ada sembilan Zona Identifikasi Pertahanan Udara di India yang siaga setiap waktu untuk mencegah pesawat musuh melanggar wilayah udara India.
(esn)