MH370 di udara 5 jam sebelum lenyap, ini kata Malaysia
Kamis, 13 Maret 2014 - 18:40 WIB
MH370 di udara 5 jam sebelum lenyap, ini kata Malaysia
A
A
A
Sindonews.com – Media asing, Wall Street Journal (WSJ) melansir laporan, bahwa pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 diduga terbang di udara selama lima jam, sebelum hilang misterius. Laporan itu, mengutip peneliti dari Amerika Serikat (AS) dan sumber keamanan AS.
Peneliti itu menduga transponder pesawat MH370 sengaja dimatikan seseorang dan pesawat dialihkan ke lokasi lain. Dengan dimatikan dan posisi dialihkan itu, pesawat MH370 tidak bisa terlacak.
”Pengungkapan terbaru yang dipimpin para peneliti AS, mengekplorasi kemungkinan bahwa seseorang sengaja mematikan transponder dan pesawat dialihkan ke ke lokasi lain,” tulis WSJ.
Dengan analisa itu, peneliti AS juga mengeksplorasi dugaan pesawat bisa terbang hingga ke wilayah Pakistan, bahkan Laut Arab.
Namun, Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia menolak dugaan itu. “Laporan tersebut tidak akurat,” kata Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein dalam konferensi pers, seperti dikutip Reuters,Kamis (13/3/2014).
“Sejauh ini, baik Rolls-Royce dan Boeing sebagai pihak yang bersangkutan, mengatakan laporan-laporan seperti itu tidak akurat,” imbuh dia.
Peneliti itu menduga transponder pesawat MH370 sengaja dimatikan seseorang dan pesawat dialihkan ke lokasi lain. Dengan dimatikan dan posisi dialihkan itu, pesawat MH370 tidak bisa terlacak.
”Pengungkapan terbaru yang dipimpin para peneliti AS, mengekplorasi kemungkinan bahwa seseorang sengaja mematikan transponder dan pesawat dialihkan ke ke lokasi lain,” tulis WSJ.
Dengan analisa itu, peneliti AS juga mengeksplorasi dugaan pesawat bisa terbang hingga ke wilayah Pakistan, bahkan Laut Arab.
Namun, Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia menolak dugaan itu. “Laporan tersebut tidak akurat,” kata Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein dalam konferensi pers, seperti dikutip Reuters,Kamis (13/3/2014).
“Sejauh ini, baik Rolls-Royce dan Boeing sebagai pihak yang bersangkutan, mengatakan laporan-laporan seperti itu tidak akurat,” imbuh dia.
(mas)