Boeing: Pesawat Malaysia tolak diperiksa terkait keretakan
Kamis, 13 Maret 2014 - 09:25 WIB
Boeing: Pesawat Malaysia tolak diperiksa terkait keretakan
A
A
A
Sindonews.com – Pihak Boeing mengatakan, sebelum pesawat Malaysia Airlines (MAS ) MH370 hilang misterius, pesawat itu tidak mau diperiksa sesuai standar keamanan Amerika Serikat. Pemeriksaan itu untuk mengecek kemungkinan ada bagian pesawat yang mengalami korosi dan keretakan.
Pihak Federal Aviation Administration (FFA) AS, pekan lalu memerintahkan pemeriksaan atau inspeksi tambahan pada bagian tertentu di pesawat jenis Boeing 777. Padahal, kemungkinan adanya bagian pesawat yang retak dan korosi dapat menyebabkan dekompresi yang cepat dan kerusakan pada struktur pesawat.
FAA mengatakan kepada maskapai penerbangan untuk memeriksa pesawat terbang yang terdaftar, setelah menerima laporan tentang adanya keretakan 16 inci di badan pesawat bagian bawah. Bagian itu merupakan tempat adaptor pesawat yang terhubung dengan satelit komunikasi.
Boeing mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan FAA untuk memantau armada yang berpotensi bermasalah. Namun, lanjut Boeing, pesawat Malaysia Airlines jenis Boeing 777- 200ER yang memiliki antena, menolak untuk tunduk pada perintah FFA.
Seorang juru bicara FAA, juga memperingatkan pemeriksaan itu merupakan salah satu dari ratusan aturan yang diterbitkan setiap tahun oleh lembaga tersebut. Kendati demikian, FFA tidak mau mengaitkan ketidakpatuhan pesawat Malaysia dengan hilangnya pesawat MH370.
“Sama sekali tidak ada indikasi apapun bahwa ini ada hubungannya dengan kecelakaan itu,” kata juru bicara yang diwawancarai dengan kondisi anonim, seperti dikutip Reuters, Kamis (13/3/2014).
Pihak Federal Aviation Administration (FFA) AS, pekan lalu memerintahkan pemeriksaan atau inspeksi tambahan pada bagian tertentu di pesawat jenis Boeing 777. Padahal, kemungkinan adanya bagian pesawat yang retak dan korosi dapat menyebabkan dekompresi yang cepat dan kerusakan pada struktur pesawat.
FAA mengatakan kepada maskapai penerbangan untuk memeriksa pesawat terbang yang terdaftar, setelah menerima laporan tentang adanya keretakan 16 inci di badan pesawat bagian bawah. Bagian itu merupakan tempat adaptor pesawat yang terhubung dengan satelit komunikasi.
Boeing mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan FAA untuk memantau armada yang berpotensi bermasalah. Namun, lanjut Boeing, pesawat Malaysia Airlines jenis Boeing 777- 200ER yang memiliki antena, menolak untuk tunduk pada perintah FFA.
Seorang juru bicara FAA, juga memperingatkan pemeriksaan itu merupakan salah satu dari ratusan aturan yang diterbitkan setiap tahun oleh lembaga tersebut. Kendati demikian, FFA tidak mau mengaitkan ketidakpatuhan pesawat Malaysia dengan hilangnya pesawat MH370.
“Sama sekali tidak ada indikasi apapun bahwa ini ada hubungannya dengan kecelakaan itu,” kata juru bicara yang diwawancarai dengan kondisi anonim, seperti dikutip Reuters, Kamis (13/3/2014).
(mas)