MH370 lenyap, tokoh Uighur: Jangan tuduh kami!
Rabu, 12 Maret 2014 - 16:03 WIB
MH370 lenyap, tokoh Uighur: Jangan tuduh kami!
A
A
A
Sindonews.com –Para tokoh etnis Uighur, China, menyerukan kepada otoritas Pemerintah Malaysia untuk menghentikan rumor, terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Rumor yang dimaksud adalah kecurigaan, bahwa para tokoh Uighur sebagai penyebab lenyapnya pesawat MH370.
Selama ini, sejumlah warga Uighur berkonflik dengan aparat pemerintah China. Bahkan, para militan Uyghur yang kerap bentrok dengan aparat keamanan China mendapat julukan “teroris” oleh otoritas keamanan China.
”Pada saat tragedi yang begitu besar, yang terpenting bagi Pemerintah Malaysia adalah melakukan investigasi dan sepenuhnya mengungkapkan apa yang telah terjadi dengan pesawat Malaysia kepada publik,” katanya, dalam sebuah surat elektronik kepada The Star, Rabu (12/3/2014).
Alim, yang juga presiden dari Asosiasi Uighur Amerika, mengatakan bahwa itu sama pentingnya untuk menghentikan orang-orang Uighur sebagai tumbal tanpa bukti.”Jangan mengkambinghitamkan (menuduh) orang-orang Uighur dengan rumor dan teori konspirasi yang didasarkan pada spekulasi saat ini,” katanya.
Pernyataan itu sekaligus sebagai bantahan, setelah sekelompok yang menamakan diri sebagai Brigade Martir China mengirimkan surat yang mengklaim tanggung jawab atas lenyapnya pesawat MH370.
Melalui suratnya, kelompok itu mengklaim, bahwa serangan terhadap pesawat MH370 sebagai pembalasan terhadap pemerintah (Malaysia) atas penganiayaan terhadap warga minoritas Uighur. Klaim itu mengacu pada tindakan Pemerintah Malaysia yang mendeportasi enam pencari suaka asal Uighur ke China pada tahun lalu.
Selama ini, sejumlah warga Uighur berkonflik dengan aparat pemerintah China. Bahkan, para militan Uyghur yang kerap bentrok dengan aparat keamanan China mendapat julukan “teroris” oleh otoritas keamanan China.
”Pada saat tragedi yang begitu besar, yang terpenting bagi Pemerintah Malaysia adalah melakukan investigasi dan sepenuhnya mengungkapkan apa yang telah terjadi dengan pesawat Malaysia kepada publik,” katanya, dalam sebuah surat elektronik kepada The Star, Rabu (12/3/2014).
Alim, yang juga presiden dari Asosiasi Uighur Amerika, mengatakan bahwa itu sama pentingnya untuk menghentikan orang-orang Uighur sebagai tumbal tanpa bukti.”Jangan mengkambinghitamkan (menuduh) orang-orang Uighur dengan rumor dan teori konspirasi yang didasarkan pada spekulasi saat ini,” katanya.
Pernyataan itu sekaligus sebagai bantahan, setelah sekelompok yang menamakan diri sebagai Brigade Martir China mengirimkan surat yang mengklaim tanggung jawab atas lenyapnya pesawat MH370.
Melalui suratnya, kelompok itu mengklaim, bahwa serangan terhadap pesawat MH370 sebagai pembalasan terhadap pemerintah (Malaysia) atas penganiayaan terhadap warga minoritas Uighur. Klaim itu mengacu pada tindakan Pemerintah Malaysia yang mendeportasi enam pencari suaka asal Uighur ke China pada tahun lalu.
(mas)