Rusia: Bantuan keuangan AS ke Ukraina ilegal
Rabu, 12 Maret 2014 - 03:34 WIB
Rusia: Bantuan keuangan AS ke Ukraina ilegal
A
A
A
Sindonews.com – Rusia memperingatkan Amerika Serikat (AS) tentang konsekuensi dari rencana dukungan keuangan pada rezim tidak sah di Ukraina. Menurut Rusia, bantuan itu akan bersifat ilegal.
Sebelumnya, DPR AS pada pekan lalu telah menyetujui pinjaman senilai USD1 miliar bagi pemerintahan Kiev. Senator AS juga sedang mempersiapkan undang-undang yang akan memudahkan pemberian bantuan secara lebih luas.
"Dengan segala kriteria, mengeluarkan dana untuk rezim yang tidak sah merebut kekuasaan dengan kekerasan adalah melanggar hukum dan melampaui kerangka sistem hukum Amerika," sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri AS, Selasa (11/3/2014), seperti dikutip dari Reuters.
Pernyataan tersebut kemungkinan akan lebih meningkatkan ketegangan antara Rusia dan dunia Barat, di tengah kebuntuan diplomatik atas krisis di Ukraina. Percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri AS, John Kerry dengan sejawatnya dari Rusia, Sergei Lavrov, tak juga bisa mencairkan suasana.
"Mereka yang membuat keputusan di AS harus berpikir tentang konsekuensi dari bantuan tanpa syarat yang memanjakan elemen radikal di Ukraina dan memompa keuangan ke dalam (negeri ini)," lanjut kementerian itu.
Sebelumnya, DPR AS pada pekan lalu telah menyetujui pinjaman senilai USD1 miliar bagi pemerintahan Kiev. Senator AS juga sedang mempersiapkan undang-undang yang akan memudahkan pemberian bantuan secara lebih luas.
"Dengan segala kriteria, mengeluarkan dana untuk rezim yang tidak sah merebut kekuasaan dengan kekerasan adalah melanggar hukum dan melampaui kerangka sistem hukum Amerika," sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri AS, Selasa (11/3/2014), seperti dikutip dari Reuters.
Pernyataan tersebut kemungkinan akan lebih meningkatkan ketegangan antara Rusia dan dunia Barat, di tengah kebuntuan diplomatik atas krisis di Ukraina. Percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri AS, John Kerry dengan sejawatnya dari Rusia, Sergei Lavrov, tak juga bisa mencairkan suasana.
"Mereka yang membuat keputusan di AS harus berpikir tentang konsekuensi dari bantuan tanpa syarat yang memanjakan elemen radikal di Ukraina dan memompa keuangan ke dalam (negeri ini)," lanjut kementerian itu.
(esn)