Polisi Malaysia sangkal 5 penumpang batal naik MH370
Selasa, 11 Maret 2014 - 16:35 WIB
Polisi Malaysia sangkal 5 penumpang batal naik MH370
A
A
A
Sindonews.com – Kepala Polisi Diraja Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar, membantah laporan lima penumpang batal naik pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Dia menegaskan, semua orang yang memesan tiket ada di pesawat yang hilang usai lepas landas tersebut.
”Kami sudah memeriksa manifest penerbangan dan semua orang yang memesan tiket berada di pesawat,” kata Abu Bakar, Selasa (11/3/2014). ”Ada satu gadis Malaysia yang membatalkan pemesanan tiket, saat dia keliru menuliskan tanggal,” lanjut dia.
Komentar Abu Bakar itu berbeda dengan pernyataan Departemen Penerbangan Sipil (DCA) Malaysia. Sebelumnya, DCA mengatakan, ada lima penumpang yang batal naik pesawat MAS MH370, setelah mereka check in.
DCA juga mengatakan tas mereka juga telah diambil dari pesawat sesuai sesuai dengan prosedur dan standar internasional.
"Ambillah (keterangan) dari saya. Tidak ada hal seperti itu,” kata Abu Bakar ketika dikonfirmasi pernyataannya dengan klaim DCA.
Abu Bakar menambahkan, untuk menangani masalah data, pihaknya mengandalkan intelijen. Terlebih, data Interpol menyebut, 40 juta paspor telah dicuri. ”Untuk itu, kita harus menggunakan intelijen sebelum ‘bendera merah’ penumpang bermasalah,” ujarnya, seperti dilansir The Star.
”Kami sudah memeriksa manifest penerbangan dan semua orang yang memesan tiket berada di pesawat,” kata Abu Bakar, Selasa (11/3/2014). ”Ada satu gadis Malaysia yang membatalkan pemesanan tiket, saat dia keliru menuliskan tanggal,” lanjut dia.
Komentar Abu Bakar itu berbeda dengan pernyataan Departemen Penerbangan Sipil (DCA) Malaysia. Sebelumnya, DCA mengatakan, ada lima penumpang yang batal naik pesawat MAS MH370, setelah mereka check in.
DCA juga mengatakan tas mereka juga telah diambil dari pesawat sesuai sesuai dengan prosedur dan standar internasional.
"Ambillah (keterangan) dari saya. Tidak ada hal seperti itu,” kata Abu Bakar ketika dikonfirmasi pernyataannya dengan klaim DCA.
Abu Bakar menambahkan, untuk menangani masalah data, pihaknya mengandalkan intelijen. Terlebih, data Interpol menyebut, 40 juta paspor telah dicuri. ”Untuk itu, kita harus menggunakan intelijen sebelum ‘bendera merah’ penumpang bermasalah,” ujarnya, seperti dilansir The Star.
(mas)