Lacak MH370 bak cari jarum di tumpukan jerami
Selasa, 11 Maret 2014 - 15:13 WIB
Lacak MH370 bak cari jarum di tumpukan jerami
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan satelit Amerika Serikat (AS), DigiltalGlobe yang ikut andil mencari pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 mengaku, misi pencarian pesawat hilang itu bukan perkara mudah. Terlebih jejak terakhir pesawat pembawa 239 orang itu tidak diketahui pasti.
DigitalGlobe adalah perusahaan satelit AS yang berbasis di Longmont , Colorado. Perusahaan itu mengerahkan lima satelit. Semuanya mengorbit di kawasan teluk Thailand, di mana pesawat MH370 diklaim terakhir kali terpantau.
Luke Barrington, manajer senior Data Geospasial untuk DigitalGlobe, merasa pencarian pesawat hilang sebagai tantangan sulit. ”Kita mungkin tidak 100 persen yakin, tetapi jika ini adalah di mana saya harus pergi memilih lokasi untuk mencari jarum di tumpukan jerami besar yang ini, ini adalah di mana saya akan mulai,” kata Barrington, yang menggunakan peribahasa untuk menggambarkan sulitnya misi pencarian pesawat itu.
Mengutip laman ABC News, Selasa (11/3/2014), menurut Barrington, penggunaan satelit adalah salah satu cara, jika kapal atau pesawat tidak bisa melintasi sebuah samudera untuk mencari pesawat berjenis Boeing 777 - 200ER tersbeut.
Pada bulan lalu, perusahaan satelit AS itu,mengaktifkan layanan untuk memantau kebakaran hutan di Australia, kekerasan di Ukraina dan badai es di Atlanta. Pada bulan November 2013, perusahaan tersebut juga diandalkan untuk memantau dampak Topan Haiyan yang menghancurkan wilayah Filipina.
Pesawat MAS MH370 hilang misterius setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur, Sabtu (8/3/2014), Pesawat itu sedianya menuju ke Beijing.
DigitalGlobe adalah perusahaan satelit AS yang berbasis di Longmont , Colorado. Perusahaan itu mengerahkan lima satelit. Semuanya mengorbit di kawasan teluk Thailand, di mana pesawat MH370 diklaim terakhir kali terpantau.
Luke Barrington, manajer senior Data Geospasial untuk DigitalGlobe, merasa pencarian pesawat hilang sebagai tantangan sulit. ”Kita mungkin tidak 100 persen yakin, tetapi jika ini adalah di mana saya harus pergi memilih lokasi untuk mencari jarum di tumpukan jerami besar yang ini, ini adalah di mana saya akan mulai,” kata Barrington, yang menggunakan peribahasa untuk menggambarkan sulitnya misi pencarian pesawat itu.
Mengutip laman ABC News, Selasa (11/3/2014), menurut Barrington, penggunaan satelit adalah salah satu cara, jika kapal atau pesawat tidak bisa melintasi sebuah samudera untuk mencari pesawat berjenis Boeing 777 - 200ER tersbeut.
Pada bulan lalu, perusahaan satelit AS itu,mengaktifkan layanan untuk memantau kebakaran hutan di Australia, kekerasan di Ukraina dan badai es di Atlanta. Pada bulan November 2013, perusahaan tersebut juga diandalkan untuk memantau dampak Topan Haiyan yang menghancurkan wilayah Filipina.
Pesawat MAS MH370 hilang misterius setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur, Sabtu (8/3/2014), Pesawat itu sedianya menuju ke Beijing.
(mas)