Dituduh rampas senjata, pria Palestina ditembak mati
Senin, 10 Maret 2014 - 19:20 WIB
Dituduh rampas senjata, pria Palestina ditembak mati
A
A
A
Sindonews.com - Tentara Israel menembak mati seorang pria Palestina. Alasannya, korban dituduh berusaha untuk merebut senjata tentara Israel di wilayah persimpangan antara Tepi Barat dan Yordania
Seorang juru bicara militer Israel mengatakan, pria Palestina tewas, karena terluka tidak lama setelah terkena tembakan. ”Saya dapat mengkonfirmasikan, bahwa dia sudah tewas,” kata seorang juru bicara militer Israel dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Senin (10/3/2014).
”Beberapa saat yang lalu seorang warga Palestina berusaha untuk merebut senjata dari tentara di Jembatan Allenby, seberang Yordania. Menanggapi aksi itu, tentara melepaskan tembakan ke arah tersangka. Sebuah tembakan teridentifikasi,” lanjut pernyataan itu.
Pihak pejabat Palestina mengatakan, korban diidentifikasi sebagai Raed Zeiter, 38, asal dari Kota Nablus, Tepi Barat. Zeiter telah meninggalkan Tepi Barat pada tahun 2011 dan belum kembali sejak itu. Pejabat Palestina juga tidak mengetahui alamat rumah korban.
Ofer Lefler, juru bicara Otoritas Bandara Israel yang bertanggung jawab untuk semua penyeberangan perbatasan, mengatakan perbatasan telah ditutup setelah serangan itu.
Seorang juru bicara militer Israel mengatakan, pria Palestina tewas, karena terluka tidak lama setelah terkena tembakan. ”Saya dapat mengkonfirmasikan, bahwa dia sudah tewas,” kata seorang juru bicara militer Israel dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Senin (10/3/2014).
”Beberapa saat yang lalu seorang warga Palestina berusaha untuk merebut senjata dari tentara di Jembatan Allenby, seberang Yordania. Menanggapi aksi itu, tentara melepaskan tembakan ke arah tersangka. Sebuah tembakan teridentifikasi,” lanjut pernyataan itu.
Pihak pejabat Palestina mengatakan, korban diidentifikasi sebagai Raed Zeiter, 38, asal dari Kota Nablus, Tepi Barat. Zeiter telah meninggalkan Tepi Barat pada tahun 2011 dan belum kembali sejak itu. Pejabat Palestina juga tidak mengetahui alamat rumah korban.
Ofer Lefler, juru bicara Otoritas Bandara Israel yang bertanggung jawab untuk semua penyeberangan perbatasan, mengatakan perbatasan telah ditutup setelah serangan itu.
(mas)