Australia kirim pesawat kedua untuk cari MH370
Senin, 10 Maret 2014 - 16:10 WIB
Australia kirim pesawat kedua untuk cari MH370
A
A
A
Sindonews.com– Australia telah mengirim pesawat kedua milikRoyal Australian Air Force(RAAF) dari Darwin untuk bergabung dengan tim SAR pencari pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang sejak Sabtu (8/3/2014) pagi.
Sebelumnya, Pemerintah Australia memang telah menjanjikan akan menerjunkan dua pesawatnya dengan kode nama PC3-Orion, yang dilengkapi dengan radar Sensus. Pesawat pertama sudah diterjunkan tadi malam dan pesawat kedua diterjunkan hari ini.
“Patroli maritim dan pesawat pengintai jarak jauh yang dilengkapi dengan sensor dan detektor elektro-optik merupakan pesawat yang sangat ideal untuk dipakai dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370,” kata Marsekal Udara Mark Binskin, Perwira Senior RAAF, seperti dilansir Bernama, Senin (10/3/2014).
Terdapat enam warga Australia dalam pesawat MAS MH370 itu. Pihak Australia meminta Malaysia untuk tidak mengesampingkan dugaan terorisme dalam hilangnya pesawat tersebut.
Pesawat MH370 lepas landas dariKuala Lumpur Internasional Airport(KLIA) pada Sabtu (8/3/2014) pagi dan hilang dari pantauan radar satu jam setelah lepas landas. Pesawat ini membawa 227 penumpang dengan tujuan Beijing, China.
Sebelumnya, Pemerintah Australia memang telah menjanjikan akan menerjunkan dua pesawatnya dengan kode nama PC3-Orion, yang dilengkapi dengan radar Sensus. Pesawat pertama sudah diterjunkan tadi malam dan pesawat kedua diterjunkan hari ini.
“Patroli maritim dan pesawat pengintai jarak jauh yang dilengkapi dengan sensor dan detektor elektro-optik merupakan pesawat yang sangat ideal untuk dipakai dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370,” kata Marsekal Udara Mark Binskin, Perwira Senior RAAF, seperti dilansir Bernama, Senin (10/3/2014).
Terdapat enam warga Australia dalam pesawat MAS MH370 itu. Pihak Australia meminta Malaysia untuk tidak mengesampingkan dugaan terorisme dalam hilangnya pesawat tersebut.
Pesawat MH370 lepas landas dariKuala Lumpur Internasional Airport(KLIA) pada Sabtu (8/3/2014) pagi dan hilang dari pantauan radar satu jam setelah lepas landas. Pesawat ini membawa 227 penumpang dengan tujuan Beijing, China.
(esn)