Usut dugaan pesawat dibajak teroris, FBI terjun ke Malaysia
Senin, 10 Maret 2014 - 13:15 WIB
Usut dugaan pesawat dibajak teroris, FBI terjun ke Malaysia
A
A
A
Sindonews.com – Tim investigasi Malaysia pada Senin (10/3/2014) mengatakan, mereka tidak mengabaikan laporan dugaan pembajakan teroris atas hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Pihak FBI Amerika Serikat pun terjun ke Malaysia untuk membantu penyelidikan.
Tim investigasi Malaysia juga menepis laporan adanya puing-puing yang diduga serpihan badan pesawat.“Sayangnya, petugas pria dan wanita kami tidak menemukan apa pun yang diduga objek dari pesawat, apalagi badan pesawat itu sendiri,” kata Azharuddin Abdul Rahman, Kepala Departemen Penerbangan Sipil Malaysia, seperti dikutip Reuters.
Laman koran-sindo.com, menulis, Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein telah menegaskan, bahwa lembaga antiteror, termasuk FBI, telah bergabung dalam upaya penyelidikan atas segala kemungkinan, termasuk dugaan pembajakan teroris.”Empat nama (yang dicurigai) ada di tangan saya,” kata Hishammuddin.
”Intelijen kami sendiri sudah bekerja dan tentu saja unit antiterorisme dari semua negara yang relevan telah diberi tahu,” imbuhnya. Sayangnya, dia tidak menyebutkan secara terperinci kecurigaan terhadap empat nama tersebut.
Namun, kabar yang beredar, empat nama itu dicurigai salah satunya karena menggunakan paspor palsu atau paspor curian. “Kita sedang melihat semua kemungkinan,” tuturnya. Di atas itu semua, fokus utama Pemerintah Malaysia adalah menemukan pesawat itu.
Tim investigasi Malaysia juga menepis laporan adanya puing-puing yang diduga serpihan badan pesawat.“Sayangnya, petugas pria dan wanita kami tidak menemukan apa pun yang diduga objek dari pesawat, apalagi badan pesawat itu sendiri,” kata Azharuddin Abdul Rahman, Kepala Departemen Penerbangan Sipil Malaysia, seperti dikutip Reuters.
Laman koran-sindo.com, menulis, Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein telah menegaskan, bahwa lembaga antiteror, termasuk FBI, telah bergabung dalam upaya penyelidikan atas segala kemungkinan, termasuk dugaan pembajakan teroris.”Empat nama (yang dicurigai) ada di tangan saya,” kata Hishammuddin.
”Intelijen kami sendiri sudah bekerja dan tentu saja unit antiterorisme dari semua negara yang relevan telah diberi tahu,” imbuhnya. Sayangnya, dia tidak menyebutkan secara terperinci kecurigaan terhadap empat nama tersebut.
Namun, kabar yang beredar, empat nama itu dicurigai salah satunya karena menggunakan paspor palsu atau paspor curian. “Kita sedang melihat semua kemungkinan,” tuturnya. Di atas itu semua, fokus utama Pemerintah Malaysia adalah menemukan pesawat itu.
(mas)