Australia bantu cari pesawat MAS MH370
Minggu, 09 Maret 2014 - 17:08 WIB
Australia bantu cari pesawat MAS MH370
A
A
A
Sindonews.com – Australia ikut bergabung dalam tim yang mencari pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang Sabtu (8/3/2014) pagi. Australia mengikuti langkah Singapura, China, Vietnam, Amerika serikat (AS) dan Indonesia, yang sebelumnya sudah ikut bergabung untuk melakukan pencarian.
Hal ini diutarakan oleh Perdana Menteri (PM) Datuk Seri Najib Razak. "Baru saja saya menerima telepon dari Perdana Menteri Australia yang telah menyatakan keinginan negara itu untuk membantu Malaysia untuk menemukan pesawat yang hilang,” ungkap Razak.
"Perdana menteri Australia bersimpati dengan apa yang telah terjadi dan setuju untuk membantu Malaysia, didasarkan pada hubungan erat antara kedua negara," Razak menambahkan saat jumpa pers dengan wartawan setempat, seperti dilansir News Strait Times, Minggu (9/3/2014).
Dia mengatakan, pemerintah Australia telah sepakat untuk menggunakan dua pesawat pengintai maritim dengan kode nama PC3-Orion, yang dilengkapi dengan radar Sensus.
Pesawat MH370 lepas landas dari Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA) pada Sabtu (8/3/2014) pagi dan hilang dari pantauan radar satu jam setelah lepas landas. Pesawat ini membawa 227 penumpang dengan tujuan Beijing, China.
Hal ini diutarakan oleh Perdana Menteri (PM) Datuk Seri Najib Razak. "Baru saja saya menerima telepon dari Perdana Menteri Australia yang telah menyatakan keinginan negara itu untuk membantu Malaysia untuk menemukan pesawat yang hilang,” ungkap Razak.
"Perdana menteri Australia bersimpati dengan apa yang telah terjadi dan setuju untuk membantu Malaysia, didasarkan pada hubungan erat antara kedua negara," Razak menambahkan saat jumpa pers dengan wartawan setempat, seperti dilansir News Strait Times, Minggu (9/3/2014).
Dia mengatakan, pemerintah Australia telah sepakat untuk menggunakan dua pesawat pengintai maritim dengan kode nama PC3-Orion, yang dilengkapi dengan radar Sensus.
Pesawat MH370 lepas landas dari Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA) pada Sabtu (8/3/2014) pagi dan hilang dari pantauan radar satu jam setelah lepas landas. Pesawat ini membawa 227 penumpang dengan tujuan Beijing, China.
(esn)