Via telepon, Obama tekan Putin agar hindari aksi militer
Jum'at, 07 Maret 2014 - 17:11 WIB
Via telepon, Obama tekan Putin agar hindari aksi militer
A
A
A
Sindonews.com -Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menelepon Presiden Rusia, Vladimir Putin dalam waktu yang lama. Dalam pembicaraan via telepon itu, Obama menekan Putin agar menghindari tindakan militer di Ukraina dan mengedepankan diplomasi.
Obama mengatakan kepada Putin, bahwa tindakan negaranya di Crimea adalah pelanggaran kedaulatan Ukraina. Demikian pernyataan Gedung Putih, mengutip inti pembicaraan Obama dengan Putin.
Menurut Obama, masih ada solusi yang cocok untuk semua pihak, baik kubu Kiev maupun Moskow. Obama tetap mendesak Putin, agar pasukan Rusia di Crimea kembali ke pangkalan mereka.
Sementara itu, Presiden Putin, mengatakan hubbungan Amerika Serikat dan Rusia tidak boleh dikorbankan karena perselisihan individu. ”Meskipun menyangkut masalah-masalah internasional yang sangat signifikan,” bunyi pernyataan Kremlin, seperti dikutip BBC, Jumat (7/3/2014).
Aksi Obama menelepon Putin itu terjadi, ketika krisis di Ukraina kian memanas. Amerika dan Uni Eropa telah kompak mengutuk Rusia, setelah pasukan Moskow bergerak di Crimea, wilayah semi-otonom Ukraina.
Di sisi lain, rakyat Crimea justru bersiap menggelar referendum untuk menentukan nasib bergabung dengan Rusia atau bergabung dengan Ukraina yang didukung Barat. Parlemen Crimea sendiri sudah memilih untuk bergabung dengan Rusia. Referendum, rencananya digelar 16 Maret 2014.
Obama mengatakan kepada Putin, bahwa tindakan negaranya di Crimea adalah pelanggaran kedaulatan Ukraina. Demikian pernyataan Gedung Putih, mengutip inti pembicaraan Obama dengan Putin.
Menurut Obama, masih ada solusi yang cocok untuk semua pihak, baik kubu Kiev maupun Moskow. Obama tetap mendesak Putin, agar pasukan Rusia di Crimea kembali ke pangkalan mereka.
Sementara itu, Presiden Putin, mengatakan hubbungan Amerika Serikat dan Rusia tidak boleh dikorbankan karena perselisihan individu. ”Meskipun menyangkut masalah-masalah internasional yang sangat signifikan,” bunyi pernyataan Kremlin, seperti dikutip BBC, Jumat (7/3/2014).
Aksi Obama menelepon Putin itu terjadi, ketika krisis di Ukraina kian memanas. Amerika dan Uni Eropa telah kompak mengutuk Rusia, setelah pasukan Moskow bergerak di Crimea, wilayah semi-otonom Ukraina.
Di sisi lain, rakyat Crimea justru bersiap menggelar referendum untuk menentukan nasib bergabung dengan Rusia atau bergabung dengan Ukraina yang didukung Barat. Parlemen Crimea sendiri sudah memilih untuk bergabung dengan Rusia. Referendum, rencananya digelar 16 Maret 2014.
(mas)