Krisis Suriah bukan konflik Sunni & Syiah, tapi aksi ekstremis
Jum'at, 07 Maret 2014 - 14:19 WIB
Krisis Suriah bukan konflik Sunni & Syiah, tapi aksi ekstremis
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Mohammad Javad Zarif, menyampaikan pidato kenegaraan di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (7/3/2014). Dalam pidatonya, dia menguraikan perihal apa yang terjadi di Suriah yang sebenarnya.
"Krisis yang terjadi di Suriah itu bukan lagi tentang sektarian. Bukan lagi tentang Sunni atau Syiah, tapi ini murni aksi ekstremisme untuk menjatuhkan pemerintahan (Bashar al-Assad)," kata Zarif.
Iran dikenal sebagai sekutu utama Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Namun, Zarif menegaskan, dukungan Iran terhadap pemerintahan Assad tidak terkait sektarian. Melainkan dukungan untuk memberangus kelompok ekstremis yang melakukan kekerasan di Suriah. Kelompok ekstremis, lanjut dia, beraksi dengan kedok mengobarkan konflik sektarian.
Zarif melakukan kunjungan ke Indonesia sejak kemarin hingga hari ini (7/3/2014). Pagi tadi, Zarif menyampaikan pidato kenegaraan di Hotel Borobudur. Rencananya, siang ini Zarif akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono di Istana Kepresidenan.
"Krisis yang terjadi di Suriah itu bukan lagi tentang sektarian. Bukan lagi tentang Sunni atau Syiah, tapi ini murni aksi ekstremisme untuk menjatuhkan pemerintahan (Bashar al-Assad)," kata Zarif.
Iran dikenal sebagai sekutu utama Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Namun, Zarif menegaskan, dukungan Iran terhadap pemerintahan Assad tidak terkait sektarian. Melainkan dukungan untuk memberangus kelompok ekstremis yang melakukan kekerasan di Suriah. Kelompok ekstremis, lanjut dia, beraksi dengan kedok mengobarkan konflik sektarian.
Zarif melakukan kunjungan ke Indonesia sejak kemarin hingga hari ini (7/3/2014). Pagi tadi, Zarif menyampaikan pidato kenegaraan di Hotel Borobudur. Rencananya, siang ini Zarif akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono di Istana Kepresidenan.
(esn)