Tersinggung, Venezuela putus hubungan dengan Panama
Kamis, 06 Maret 2014 - 10:46 WIB
Tersinggung, Venezuela putus hubungan dengan Panama
A
A
A
Sindonews.com-Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, memutuskan hubungan diplomatik dengan Panama. Musababnya, Maduro tersinggung setelah Panama menyerukan penyelidikan atas krisis Venezuela, dalam forum Organisasi Negara-negara Amerika (OAS).
Maduro tidak terima, negara lain ikut campur dengan urusan dalam negerinya. Krisis politik di Ukraina, telah menewaskan 18 orang, dalam tiga minggu terakhir. Mereka yang tewas, rata-rata para demonstran yang terlibat bentrok dengan polisi.
”Saya sudah memutuskan hubungan politik dan diplomatik dengan pemerintah Panama. Serta membekukan semua hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Panama saat ini,” kata Maduro di hadapan para pemimpin Amerika Latin, seperti Raul Castro, Jose Mujica, dan Evo Morales yang berkumul dalam peringatan meninggalnya Hugo Chavez.
Presiden Panama, Ricardo Martinelli, kaget dengan keputusan Venezuela. ”Panama hanya berharap, bahwa bangsa tetangga ini menemukan perdamaian dan memperkuat demokrasi,” tulis Martinelli pada akun Twitter-nya.
Maduro menuduh Pemerintah Panama bersekongkol untuk menjatuhkan pemerintahannya. ”Ada upaya oleh Pemerintah Amerika Serikat dan anteknya yang telah menciptakan kondisi untuk OAS dan badan-badan lainnya untuk melakukan intervensi di negara kita,” imbuh Maduro, seperti dikutip BBC, Kamis (6/3/2014).
Maduro tidak terima, negara lain ikut campur dengan urusan dalam negerinya. Krisis politik di Ukraina, telah menewaskan 18 orang, dalam tiga minggu terakhir. Mereka yang tewas, rata-rata para demonstran yang terlibat bentrok dengan polisi.
”Saya sudah memutuskan hubungan politik dan diplomatik dengan pemerintah Panama. Serta membekukan semua hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Panama saat ini,” kata Maduro di hadapan para pemimpin Amerika Latin, seperti Raul Castro, Jose Mujica, dan Evo Morales yang berkumul dalam peringatan meninggalnya Hugo Chavez.
Presiden Panama, Ricardo Martinelli, kaget dengan keputusan Venezuela. ”Panama hanya berharap, bahwa bangsa tetangga ini menemukan perdamaian dan memperkuat demokrasi,” tulis Martinelli pada akun Twitter-nya.
Maduro menuduh Pemerintah Panama bersekongkol untuk menjatuhkan pemerintahannya. ”Ada upaya oleh Pemerintah Amerika Serikat dan anteknya yang telah menciptakan kondisi untuk OAS dan badan-badan lainnya untuk melakukan intervensi di negara kita,” imbuh Maduro, seperti dikutip BBC, Kamis (6/3/2014).
(mas)