Korban tewas serangan udara Israel di Gaza bertambah
Selasa, 04 Maret 2014 - 17:20 WIB
Korban tewas serangan udara Israel di Gaza bertambah
A
A
A
Sindonews.com – Korban tewas akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza, Senin (3/3/2014), bertambah. Sebelumnya, dilaporkan seorang pemuda Palestina, Musab Moussa al-Zaaneen (21), tewas akibat serangan di wilayah di Beit Hanoon itu.
Kini, seorang bocah dilaporkan juga menjadi korban tewas. “Korban lainnya tidak diketahui identitasnya, korban luka adalah seorang gadis kecil,” ungkap juru bicara layanan darurat Gaza, Ashraf al-Qedra, seperti dilansir Xinhua, Selasa (4/3/2014).
Saksi mata mengatakan, mereka mendengar ledakan keras. Usai ledakan itu, mereka menemukan satu orang tewas, sementara dua lainnya terluka. Para korban langsung dilarikan ke sebuah rumah sakit di Gaza utara.
“Korban luka yang tidak diketahui identitasnya itu meninggal dunia saat berada di rumah sakit akibat parahnya luka yang ia derita,” ungkap pihak rumah sakit Gaza.
Saksi mata mengatakan serangan tersebut dilakukan tidak lama setelah para gerilyawan meluncurkan roket buatan sendiri ke daerah Israel selatan. Pihak Isreal sendiri mengkonfirmasi hal tersebut. Menurut mereka serangan tersebut menargetkan kelompok militan.
Dalam beberapa pekan terakhir, intensitas serangan, baik dari Israel ke Gaza atau sebaliknya, semakin tinggi. Pembicaraan damai antara kedua belah pihak pun hingga saat ini belum menemukan titik terang. Rancangan kerja yang disusun oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry masih belum mendapatkan respon positif dari kedua belah pihak.
Kini, seorang bocah dilaporkan juga menjadi korban tewas. “Korban lainnya tidak diketahui identitasnya, korban luka adalah seorang gadis kecil,” ungkap juru bicara layanan darurat Gaza, Ashraf al-Qedra, seperti dilansir Xinhua, Selasa (4/3/2014).
Saksi mata mengatakan, mereka mendengar ledakan keras. Usai ledakan itu, mereka menemukan satu orang tewas, sementara dua lainnya terluka. Para korban langsung dilarikan ke sebuah rumah sakit di Gaza utara.
“Korban luka yang tidak diketahui identitasnya itu meninggal dunia saat berada di rumah sakit akibat parahnya luka yang ia derita,” ungkap pihak rumah sakit Gaza.
Saksi mata mengatakan serangan tersebut dilakukan tidak lama setelah para gerilyawan meluncurkan roket buatan sendiri ke daerah Israel selatan. Pihak Isreal sendiri mengkonfirmasi hal tersebut. Menurut mereka serangan tersebut menargetkan kelompok militan.
Dalam beberapa pekan terakhir, intensitas serangan, baik dari Israel ke Gaza atau sebaliknya, semakin tinggi. Pembicaraan damai antara kedua belah pihak pun hingga saat ini belum menemukan titik terang. Rancangan kerja yang disusun oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry masih belum mendapatkan respon positif dari kedua belah pihak.
(esn)