Terkait Ukraina, NATO kembali gelar pertemuan darurat
Selasa, 04 Maret 2014 - 17:07 WIB
Terkait Ukraina, NATO kembali gelar pertemuan darurat
A
A
A
Sindonews.com – NATO akan kembali melakukan pertemuan darurat untuk membahas situasi yang terjadi di Ukraina. Ini adalah pertemuan kedua yang dilaksanakan dalam 48 jam terakhir.
“Duta besar dari 28 negara anggota akan bertemu untuk membahas situasi terbaru di Ukraina. Krisis yang tejadi di dalam dan di sekitar Ukraina dapat mengancam negara-negara tetangga dan memiliki implikasi langsung dan serius bagi keamanan dan stabilitas kawasan Euro-Atlantik ,” ungkap Kepala NATO, Anders Fogh Rasmussen, seperti dilansir Chanel News Asia, Selasa (4/3/2014).
"Berdasarkan pasal 4 yang tercantum dalam Perjanjian, pihak anggota dapat meminta konsultasi kapan saja bila menurut pendapat salah satu dari mereka, integritas teritorial, kemerdekaan atau keamanan politik mereka terancam," Rasmussen menambahkan.
Pihak NATO sendiri sudah menghubungi Rusia untuk ikut dalam pembahasan tersebut. “Pihak Rusia berjanji akan mempertimbangkan usulan tersebut,” ungkap Rasmussen.
Rasmussen menggambarkan kondisi yang terjadi di Ukraina sekarang sebagai ancaman terhadap perdamain dan keamanan di Eropa. Pihak NATO sendiri sudah meminta Rusia untuk menarik pasukannya.
Ukraina menandatangani kesepakatan kemitraan dengan NATO pada 1997, tapi Ukraina bukan anggota penuh NATO.
“Duta besar dari 28 negara anggota akan bertemu untuk membahas situasi terbaru di Ukraina. Krisis yang tejadi di dalam dan di sekitar Ukraina dapat mengancam negara-negara tetangga dan memiliki implikasi langsung dan serius bagi keamanan dan stabilitas kawasan Euro-Atlantik ,” ungkap Kepala NATO, Anders Fogh Rasmussen, seperti dilansir Chanel News Asia, Selasa (4/3/2014).
"Berdasarkan pasal 4 yang tercantum dalam Perjanjian, pihak anggota dapat meminta konsultasi kapan saja bila menurut pendapat salah satu dari mereka, integritas teritorial, kemerdekaan atau keamanan politik mereka terancam," Rasmussen menambahkan.
Pihak NATO sendiri sudah menghubungi Rusia untuk ikut dalam pembahasan tersebut. “Pihak Rusia berjanji akan mempertimbangkan usulan tersebut,” ungkap Rasmussen.
Rasmussen menggambarkan kondisi yang terjadi di Ukraina sekarang sebagai ancaman terhadap perdamain dan keamanan di Eropa. Pihak NATO sendiri sudah meminta Rusia untuk menarik pasukannya.
Ukraina menandatangani kesepakatan kemitraan dengan NATO pada 1997, tapi Ukraina bukan anggota penuh NATO.
(esn)