Rusia: Ancaman AS tidak dapat diterima!
Selasa, 04 Maret 2014 - 03:56 WIB
Rusia: Ancaman AS tidak dapat diterima!
A
A
A
Sindonews.com – Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk komentar yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, atas kemungkinan aksi militer Rusia di Ukraina. Rusia menyebut komentar Kerry itu sebagai "ancaman yang tidak dapat diterima".
Dalam serangkaian pernyataan publik selama akhir pekan lalu, Kerry menyebut langkah Rusia itu sebagai "tindakan agresi kurang ajar". Kerry juga mengancam Moskow dengan konsekuensi ekonomi dan politik yang menghancurkan.
"Kami menganggap ada ancaman yang tidak dapat diterima terhadap Rusia dalam rangkaian pernyataan publik oleh Menteri Luar Negeri John Kerry sehubungan dengan peristiwa baru-baru di Ukraina dan Crimea," sebut pernyataan Kemenlu Rusia, Senin (3/3/2014), seperti dikutip dari RIA Novosti.
"Washington juga mengabaikan fakta, bahwa rezim baru di Kiev yang berdiri pada 21 Februari telah menginjak-injak perjanjian yang ditandatangani oleh Menlu Jerman, Perancis, dan Polandia, serta membentuk "pemerintah pemenang" yang secara de facto menyatakan perang terhadap bahasa Rusia dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Rusia," lanjut pernyataan itu.
Rusia menyerukan kepada AS dan sekutunya untuk menghentikan upaya mendorong nasionalis dan sikap anti Rusia dalam kepemimpinan baru di Ukraina. Rusia mendesak upaya untuk fokus pada dialog dan keputusan yang dapat diterima bersama.
Dalam serangkaian pernyataan publik selama akhir pekan lalu, Kerry menyebut langkah Rusia itu sebagai "tindakan agresi kurang ajar". Kerry juga mengancam Moskow dengan konsekuensi ekonomi dan politik yang menghancurkan.
"Kami menganggap ada ancaman yang tidak dapat diterima terhadap Rusia dalam rangkaian pernyataan publik oleh Menteri Luar Negeri John Kerry sehubungan dengan peristiwa baru-baru di Ukraina dan Crimea," sebut pernyataan Kemenlu Rusia, Senin (3/3/2014), seperti dikutip dari RIA Novosti.
"Washington juga mengabaikan fakta, bahwa rezim baru di Kiev yang berdiri pada 21 Februari telah menginjak-injak perjanjian yang ditandatangani oleh Menlu Jerman, Perancis, dan Polandia, serta membentuk "pemerintah pemenang" yang secara de facto menyatakan perang terhadap bahasa Rusia dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Rusia," lanjut pernyataan itu.
Rusia menyerukan kepada AS dan sekutunya untuk menghentikan upaya mendorong nasionalis dan sikap anti Rusia dalam kepemimpinan baru di Ukraina. Rusia mendesak upaya untuk fokus pada dialog dan keputusan yang dapat diterima bersama.
(esn)