Gelombang kekerasan di Irak tewaskan puluhan orang
Senin, 03 Maret 2014 - 23:53 WIB
Gelombang kekerasan di Irak tewaskan puluhan orang
A
A
A
Sindonews.com – Kondisi Irak semakin memanas. Puluhan militan dikabarkan tewas setelah terjadi pertempuran selama dua jam dengan militer Irak. Di tempat terpisah, 10 orang dinyatakan tewas akibat kekerasan.
“Pasukan anti terorisme telah menewaskan 52 militan jihad dalam pertempuran pada Minggu dan Senin di Ramadi,” ungkap juru bicara Layanan Anti-Terorisme Irak, Sabah Noori, seperti yang dilansir The Star, Senin (3/3/2014).
"Selama operasi untuk membersihkan wilayah Ramadi, pasukan kami mampu membunuh 52 teroris yang berasal dari kelompok jihad, yaitu Negara Islam Irak dan Levant (ISIL),” Noori menambahkan.
Kekerasan di daerah lain juga menewaskan 10 orang pada Senin (3/3/2014). Dalam insiden paling mematikan, sebuah mortir menghantam sebuah rumah di Fallujah, menewaskan dua perempuan dan dua anak.
Di Baghdad, sebuah bom meledak di sebuah pasar. Ledakan ini menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya. Sementara orang-orang bersenjata menembak mati seorang polisi di Abu Ghraib, wilayah barat ibu kota.
Sementara itu, serangan di Provinsi Niniwe, salah satu daerah paling berbahaya di Irak, menewaskan empat orang. Di antara korban tewas terdapat seorang pengacara dan seorang polisi.
Kekerasan di Irak meningkat ke level yang tidak terbayangkan sejak 2008. Tahun ini saja, kekerasan di negara tersebut telah menewaskan lebih dari 1.740 orang.
“Pasukan anti terorisme telah menewaskan 52 militan jihad dalam pertempuran pada Minggu dan Senin di Ramadi,” ungkap juru bicara Layanan Anti-Terorisme Irak, Sabah Noori, seperti yang dilansir The Star, Senin (3/3/2014).
"Selama operasi untuk membersihkan wilayah Ramadi, pasukan kami mampu membunuh 52 teroris yang berasal dari kelompok jihad, yaitu Negara Islam Irak dan Levant (ISIL),” Noori menambahkan.
Kekerasan di daerah lain juga menewaskan 10 orang pada Senin (3/3/2014). Dalam insiden paling mematikan, sebuah mortir menghantam sebuah rumah di Fallujah, menewaskan dua perempuan dan dua anak.
Di Baghdad, sebuah bom meledak di sebuah pasar. Ledakan ini menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya. Sementara orang-orang bersenjata menembak mati seorang polisi di Abu Ghraib, wilayah barat ibu kota.
Sementara itu, serangan di Provinsi Niniwe, salah satu daerah paling berbahaya di Irak, menewaskan empat orang. Di antara korban tewas terdapat seorang pengacara dan seorang polisi.
Kekerasan di Irak meningkat ke level yang tidak terbayangkan sejak 2008. Tahun ini saja, kekerasan di negara tersebut telah menewaskan lebih dari 1.740 orang.
(esn)