Pengadilan di Pakistan diserang, 11 tewas, termasuk hakim
Senin, 03 Maret 2014 - 15:48 WIB
Pengadilan di Pakistan diserang, 11 tewas, termasuk hakim
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah pria bersenjata menyerbu masuk ke sebuah pengadilan di jantung Ibukota Pakistan, Islamabad, Senin (3/3/2014). Sebanyak 11 orang tewas, termasuk seorang hakim akibat serangan bom bunuh diri dan tembakan pria bersenjata itu.
Serangan terbaru di Pakistan itu, semakin mempersulit pembicaraan damai yang digelar antara pemerintah dengan gerilyawan Taliban.Serangan tersebut berlangung pada pukul 09.00 pagi waktu setempat, di mana sebuah ledakan besar disusul rentetan tembakan.
Polisi setempat, mengatakan setidaknya 30 orang terluka. Seorang hakim, termasuk salah satu korban tewas dalam serangan mematikan itu.
”Ada ledakan, dan ada banyak tembakan. Sejumlah pria bersenjata mengumbar tembakan ke semua orang,” kata Faisal Ali, pengusaha setempat, yang menyaksikan serangan itu, seperti dikutip Reuters.
Serangan di Pakistan semakin marak, bahkan nyaris setiap hari setelah pembicaraan damai pemerintah dengan Taliban semakin sulit. “Kami telah mengumumkan gencatan senjata selama satu bulan dan kami
berdiri dengan janji kami,” kata juru bicara Taliban, membantah sebagai dalang serangan mematikan tersebut.
Seorang hakim yang tewas, diketahui bernama Rafaqat Awan. Dia adalah hakim yang menolak petisi pengajuan kasus mantan Presiden Pervez Musharraf atas tuduhan pembunuhan tahun 2007 di Islamabad.
Pada tahun itu, Musharraf memerintahkan penyerbuan terhadap sebuahmasjid kelompok garis keras di Islamabad. Serbuan kala itu telah menewaskan lebih dari 100 orang.
Serangan terbaru di Pakistan itu, semakin mempersulit pembicaraan damai yang digelar antara pemerintah dengan gerilyawan Taliban.Serangan tersebut berlangung pada pukul 09.00 pagi waktu setempat, di mana sebuah ledakan besar disusul rentetan tembakan.
Polisi setempat, mengatakan setidaknya 30 orang terluka. Seorang hakim, termasuk salah satu korban tewas dalam serangan mematikan itu.
”Ada ledakan, dan ada banyak tembakan. Sejumlah pria bersenjata mengumbar tembakan ke semua orang,” kata Faisal Ali, pengusaha setempat, yang menyaksikan serangan itu, seperti dikutip Reuters.
Serangan di Pakistan semakin marak, bahkan nyaris setiap hari setelah pembicaraan damai pemerintah dengan Taliban semakin sulit. “Kami telah mengumumkan gencatan senjata selama satu bulan dan kami
berdiri dengan janji kami,” kata juru bicara Taliban, membantah sebagai dalang serangan mematikan tersebut.
Seorang hakim yang tewas, diketahui bernama Rafaqat Awan. Dia adalah hakim yang menolak petisi pengajuan kasus mantan Presiden Pervez Musharraf atas tuduhan pembunuhan tahun 2007 di Islamabad.
Pada tahun itu, Musharraf memerintahkan penyerbuan terhadap sebuahmasjid kelompok garis keras di Islamabad. Serbuan kala itu telah menewaskan lebih dari 100 orang.
(mas)