Jet tempur Pakistan kembali bombardir basis Taliban
Minggu, 02 Maret 2014 - 23:21 WIB
Jet tempur Pakistan kembali bombardir basis Taliban
A
A
A
Sindonews.com – Pesawat-pesawat tempur Pakistan membom tempat persembunyian seorang pemimpin militan Taliban, Minggu (2/3/2014). Serangan ini menewaskan lima gerilyawan Taliban.
Serangan ini dilancarkan militer Pakistan, hanya berselang satu hari setelah Taliban Pakistan mengumumkan gencatan senjata selama satu bulan untuk mengejar perundingan perdamaian yang macet dengan pemerintah.
Target serangan udara kali ini adalah seorang pemimpin lokal Taliban, Mullah Tamanchey. Serangan ini juga terjadi satu hari setelah serangan mematikan terhadap konvoi yang membawa tim vaksinasi polio dan pasukan keamanan, di mana 12 orang tewas, Sabtu (1/3/2014).
"Pemerintah tidak akan mentolerir setiap tindakan teror," kata seorang pejabat keamanan Pakistan yang meminta untuk tidak diidentifikasi. Beberapa jam setelah serangan terhadap konvoi tersebut, Taliban mengumumkan gencatan senjata.
Seorang negosiator perdamaian pemerintah mengatakan kepada Reuters, mereka terbuka untuk memulai kembali pembicaraan damai selama Taliban dan afiliasinya menghormati gencatan senjata.
“Taliban harus melepaskan korban penculikan, menjaga pekerja polio, dan mengembalikan jenazah pasukan paramiliter yang terbunuh untuk menunjukkan ketulusan mereka,” kata Tahir Ashrafi, Kepala aliansi ulama terbesar di negara itu.
Serangan ini dilancarkan militer Pakistan, hanya berselang satu hari setelah Taliban Pakistan mengumumkan gencatan senjata selama satu bulan untuk mengejar perundingan perdamaian yang macet dengan pemerintah.
Target serangan udara kali ini adalah seorang pemimpin lokal Taliban, Mullah Tamanchey. Serangan ini juga terjadi satu hari setelah serangan mematikan terhadap konvoi yang membawa tim vaksinasi polio dan pasukan keamanan, di mana 12 orang tewas, Sabtu (1/3/2014).
"Pemerintah tidak akan mentolerir setiap tindakan teror," kata seorang pejabat keamanan Pakistan yang meminta untuk tidak diidentifikasi. Beberapa jam setelah serangan terhadap konvoi tersebut, Taliban mengumumkan gencatan senjata.
Seorang negosiator perdamaian pemerintah mengatakan kepada Reuters, mereka terbuka untuk memulai kembali pembicaraan damai selama Taliban dan afiliasinya menghormati gencatan senjata.
“Taliban harus melepaskan korban penculikan, menjaga pekerja polio, dan mengembalikan jenazah pasukan paramiliter yang terbunuh untuk menunjukkan ketulusan mereka,” kata Tahir Ashrafi, Kepala aliansi ulama terbesar di negara itu.
(esn)