5 bayi hilang, RS di Ghana diberi waktu 14 hari untuk cari
Sabtu, 01 Maret 2014 - 10:48 WIB
5 bayi hilang, RS di Ghana diberi waktu 14 hari untuk cari
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Kesehatan Ghana, Sherry Ayittey, telah memberikan waktu 14 hari kepada sebuah rumah sakit (RS) di Kota Kumasi untuk menemukan lima bayi hilang. Pihak RS mengklaim bayi-bayi itu telah meninggal saat dilahirkan.
Tujuh orang telah didakwa berkonspirasi dengan RS Komfo Anokye Teaching untuk mencuri lima bayi yang dilahirkan di rumah sakit itu.
Suwaiba Mumuni, salah satu pasien di RS itu mengatakan, bayinya adalah satu dari lima bayi yang dinyatakan hilang. Meski pihak RS mengklaim bayi-bayi itu sudah meninggal, Mumuni menyakini, bahwa bayinya masih hidup.
RS Komfo Anokye Teaching, yang tercatat sebagai rumah sakit terbesar kedua di Ghana, telah membantah tuduhan tersebut.Melansir laman BBC, Sabtu (1/3/2014), kasus lima bayi hilang di RS tersebut telah memicu kemarahan publik di Ghana
Puncaknya, sejumlah pemuda menyerbu RS itu pada Kamis lalu untuk menutup sementara bangsal bersalin.
Mumuni mengatakan, setelah ia melahirkan pada tanggal 5 Februari 2014, dia diberitahu bahwa bayinya lahir dalam kondisi meninggal. Kemudian, bayi itu dibawa pergi petugas RS. Namun, ketika kerabatnya tiba dan hendak menguburkan bayi itu, ternyata bayi tersebut tidak ditemukan.
”Satu-satunya kabar yang saya ingin dengar, adalah saya berharap untuk mendengar bahwa bayi saya telah ditemukan,” kata Mumuni. ”Mereka mengatakan kepada saya, bahwa bayi saya sudah meninggal, tetapi mereka belum mampu menemukan tubuh bayi saya. Saya yakin, bayi saya masih hidup.”
Menteri Sherry Ayittey, dalam sebuah pernyataan, mengatakan, RS punya waktu 14 hari untuk bekerja.”Dalam menemukan jenazah-jenazah bayi untuk dimakamkan oleh keluarga,” bunyi pernyataan Ayittey.
Tujuh orang telah didakwa berkonspirasi dengan RS Komfo Anokye Teaching untuk mencuri lima bayi yang dilahirkan di rumah sakit itu.
Suwaiba Mumuni, salah satu pasien di RS itu mengatakan, bayinya adalah satu dari lima bayi yang dinyatakan hilang. Meski pihak RS mengklaim bayi-bayi itu sudah meninggal, Mumuni menyakini, bahwa bayinya masih hidup.
RS Komfo Anokye Teaching, yang tercatat sebagai rumah sakit terbesar kedua di Ghana, telah membantah tuduhan tersebut.Melansir laman BBC, Sabtu (1/3/2014), kasus lima bayi hilang di RS tersebut telah memicu kemarahan publik di Ghana
Puncaknya, sejumlah pemuda menyerbu RS itu pada Kamis lalu untuk menutup sementara bangsal bersalin.
Mumuni mengatakan, setelah ia melahirkan pada tanggal 5 Februari 2014, dia diberitahu bahwa bayinya lahir dalam kondisi meninggal. Kemudian, bayi itu dibawa pergi petugas RS. Namun, ketika kerabatnya tiba dan hendak menguburkan bayi itu, ternyata bayi tersebut tidak ditemukan.
”Satu-satunya kabar yang saya ingin dengar, adalah saya berharap untuk mendengar bahwa bayi saya telah ditemukan,” kata Mumuni. ”Mereka mengatakan kepada saya, bahwa bayi saya sudah meninggal, tetapi mereka belum mampu menemukan tubuh bayi saya. Saya yakin, bayi saya masih hidup.”
Menteri Sherry Ayittey, dalam sebuah pernyataan, mengatakan, RS punya waktu 14 hari untuk bekerja.”Dalam menemukan jenazah-jenazah bayi untuk dimakamkan oleh keluarga,” bunyi pernyataan Ayittey.
(mas)