Gedung Putih: Intervensi di Ukraina adalah kesalahan
Sabtu, 01 Maret 2014 - 03:58 WIB
Gedung Putih: Intervensi di Ukraina adalah kesalahan
A
A
A
Sindonews.com – Gedung Putih mendesak Rusia untuk menghormati integritas teritorial Ukraina. Menurut Amerika Serikat (AS), intervensi di Ukraina akan menjadi kesalahan besar.
Komentar yang dilontarkan juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, itu datang setelah munculnya laporan yang menyatakan kelompok bersenjata telah mengambil alih dua bandara di wilayah Crimea. Pemerintah Ukraina menyebut hal ini sebagai invasi.
Carney mengatakan, para pejabat AS sedang mencari klarifikasi soal asal orang-orang bersenjata tersebut. "Intervensi akan menjadi kesalahan besar," kata Carney, Jumat (28/2/2014), seperti dikutip dari Reuters.
Menteri Dalam Negeri Ukraina, Arsen Avakov, telah menuduh pasukan Rusia yang melakukan penyerbuan itu. Kelompok bersenjata itu memblokir salah satu pangkalan udara militer dan menyerbu bandara yang ada di semenanjung Laut Hitam, semalam.
”Saya menganggap apa yang terjadi itu, sebagai invasi bersenjata dan pendudukan,” tulis Avakov dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya.
Meski dilaporkan telah diserbu, aktivitas di bandara di Simferopol, Ibukota Crimea tetap beroperasi normal pada Jumat pagi. Penumpang tetap bisa mengakses bandara secara normal.
Komentar yang dilontarkan juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, itu datang setelah munculnya laporan yang menyatakan kelompok bersenjata telah mengambil alih dua bandara di wilayah Crimea. Pemerintah Ukraina menyebut hal ini sebagai invasi.
Carney mengatakan, para pejabat AS sedang mencari klarifikasi soal asal orang-orang bersenjata tersebut. "Intervensi akan menjadi kesalahan besar," kata Carney, Jumat (28/2/2014), seperti dikutip dari Reuters.
Menteri Dalam Negeri Ukraina, Arsen Avakov, telah menuduh pasukan Rusia yang melakukan penyerbuan itu. Kelompok bersenjata itu memblokir salah satu pangkalan udara militer dan menyerbu bandara yang ada di semenanjung Laut Hitam, semalam.
”Saya menganggap apa yang terjadi itu, sebagai invasi bersenjata dan pendudukan,” tulis Avakov dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya.
Meski dilaporkan telah diserbu, aktivitas di bandara di Simferopol, Ibukota Crimea tetap beroperasi normal pada Jumat pagi. Penumpang tetap bisa mengakses bandara secara normal.
(esn)