Sambangi RI, Kerry minta Rusia setop pasok senjata ke Assad
Senin, 17 Februari 2014 - 16:30 WIB
Sambangi RI, Kerry minta Rusia setop pasok senjata ke Assad
A
A
A
Sindonews.com-Menteri Luar NegeriAmerika Serikat (AS)JohnKerry, dalam lawatannya ke Indonesia, Senin (17/2/2014), kembali menyoroti peran Rusia dalam konflik di Suriah. Kerry minta Rusia bisa berperan lebih untuk mengakhiri konflik di negara pimpinan Bashar al-Assad itu.
"Rusia harusnya ikut ambil bagian dalam pembicaraan damai, dan tidak memberikan kontribusi senjata kepada pihak Suriah," kata Kerry, saat jumpa pers, di Kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Pembicaraan damai Suriah bertajuk Konferensi Jenewa II Suriah pada putaran kedua, kembali gagal atau tidak menghasilkan kemajuan apa pun. Jika AS menyalahkan kubu Assad, sebaliknya, Rusia menyalahkan kubu pemberontak atau oposisi sebagai biang kegagalan perundingan.
Menurut pihak Rusia, pembicaraan damai untuk Suriah, harusnyatidak hanya fokuspadapembentukanbadan pemerintahantransisi semata. Rusia sepakat dengan pendapat sekutunya, yakni kubu Assad, bahwa perundingan yang berlangsung di Jenewa tidak membahas pelengseran rezim Assad.
Sementara itu, Duta PBB, Lakhdar Brahimi yang menjadi mediator perundingan antara kubu Assad dan oposisi telah meminta maaf kepada rakyat Suriah atas kegagalan perundingan damai Suriah. Konflik Suriah yang telah berlangsung tiga tahun ini, tercatat telah menewaskan lebih dari 130 ribu jiwa.
"Rusia harusnya ikut ambil bagian dalam pembicaraan damai, dan tidak memberikan kontribusi senjata kepada pihak Suriah," kata Kerry, saat jumpa pers, di Kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Pembicaraan damai Suriah bertajuk Konferensi Jenewa II Suriah pada putaran kedua, kembali gagal atau tidak menghasilkan kemajuan apa pun. Jika AS menyalahkan kubu Assad, sebaliknya, Rusia menyalahkan kubu pemberontak atau oposisi sebagai biang kegagalan perundingan.
Menurut pihak Rusia, pembicaraan damai untuk Suriah, harusnyatidak hanya fokuspadapembentukanbadan pemerintahantransisi semata. Rusia sepakat dengan pendapat sekutunya, yakni kubu Assad, bahwa perundingan yang berlangsung di Jenewa tidak membahas pelengseran rezim Assad.
Sementara itu, Duta PBB, Lakhdar Brahimi yang menjadi mediator perundingan antara kubu Assad dan oposisi telah meminta maaf kepada rakyat Suriah atas kegagalan perundingan damai Suriah. Konflik Suriah yang telah berlangsung tiga tahun ini, tercatat telah menewaskan lebih dari 130 ribu jiwa.
(esn)