AS: Rezim Suriah harus izinkan suplai bantuan ke Homs
Senin, 27 Januari 2014 - 23:46 WIB
AS: Rezim Suriah harus izinkan suplai bantuan ke Homs
A
A
A
Sindonews.com – Amerika Serikat (AS) menyerukan kepada pemerintah Suriah untuk mengizinkan konvoi bantuan ke Kota Tua Homs, di mana ada ribuan orang yang kelaparan akibat pengepungan selama 18 bulan yang dilakukan pasukan yang setia pada Presiden Bashar al-Asad.
Selain itu, AS juga mendesak agar rezim Suriah mengizinkan semua warga sipil untuk meninggalkan kota Homs. Satu hari sebelumnya, rezim Suriah telah menyatakan, bahwa mereka mengizinkan wanita dan anak-anak untuk meninggalkan Kota Homs.
“Evakuasi perempuan dan anak-anak dari Homs, wilayah yang dikuasai pemberontak, seperti yang diusulkan oleh delegasi Damaskus pada pembicaraan perdamaian, adalah "tidak memadai" dan bukan merupakan alternatif untuk bantuan yang sangat dibutuhkan,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Edgar Vasquez.
"Situasi ini putus asa dan orang-orang yang kelaparan. Kami telah melihat taktik serupa sebelumnya yang dilakukan rezim. Seperti yang terjadi di Mouademiyah, ada evakuasi terbatas, tapi masih ada bantuan makanan atau bantuan kemanusiaan lainnya. Namun, itu tidak bisa terjadi di Homs," lanjutnya, seperti dikutip dari Reuters.
Membuka blokade kota Homs juga jadi usulan yang dilontarkan delegasi oposisi Suriah di Konferensi Jenewa II di Swiss. Mereka mendesak Pemerintah Suriah mengizinkan suplai bantuan bagi 500 keluarga yang masih berada di Homs saat ini.
Selain itu, AS juga mendesak agar rezim Suriah mengizinkan semua warga sipil untuk meninggalkan kota Homs. Satu hari sebelumnya, rezim Suriah telah menyatakan, bahwa mereka mengizinkan wanita dan anak-anak untuk meninggalkan Kota Homs.
“Evakuasi perempuan dan anak-anak dari Homs, wilayah yang dikuasai pemberontak, seperti yang diusulkan oleh delegasi Damaskus pada pembicaraan perdamaian, adalah "tidak memadai" dan bukan merupakan alternatif untuk bantuan yang sangat dibutuhkan,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Edgar Vasquez.
"Situasi ini putus asa dan orang-orang yang kelaparan. Kami telah melihat taktik serupa sebelumnya yang dilakukan rezim. Seperti yang terjadi di Mouademiyah, ada evakuasi terbatas, tapi masih ada bantuan makanan atau bantuan kemanusiaan lainnya. Namun, itu tidak bisa terjadi di Homs," lanjutnya, seperti dikutip dari Reuters.
Membuka blokade kota Homs juga jadi usulan yang dilontarkan delegasi oposisi Suriah di Konferensi Jenewa II di Swiss. Mereka mendesak Pemerintah Suriah mengizinkan suplai bantuan bagi 500 keluarga yang masih berada di Homs saat ini.
(esn)