Toilet umum di Hong Kong dipakai untuk transaksi seks
Jum'at, 17 Januari 2014 - 16:18 WIB
Toilet umum di Hong Kong dipakai untuk transaksi seks
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah geng yang menjalankan rumah bordil atau prostitusi di Hong Kong, menggunakan toilet umum dalam operasinya. Usaha itu terbongkar oleh polisi dan sejumlah pelacur ditangkap.
Toilet umum yang dimanfaatkan geng bordil untuk transaksi seks itu, salah satunya di pusat perbelanjaan di Distrik Yuen Long. Melansir laman South China Morning Post, polisi menyusuri gang sempit di sebuah komplek bangunan lantai dua seluas 14 meter persegi. Di bangunan itulah, toilet-toilet umum juga dimanfaatkan untuk transaksi seks.
“Saya pikir, ini adalah pertama kalinya polisi menemukan toilet umum berubah menjadi rumah bordil,” kata pejabat kepolisian Hong Kong, Inspektur Law Kwok – hoi.
Menurutnya, ada tujuh usaha rumah bordil yang juga memanfaatkan bangunan publik yang kosong. Menurut media itu, geng bordil itu menjalankan usahanya dengan sandi khusus. Sehingga orang lain yang tidak mengetahuinya tidak diperbolehkan masuk.
”Sebuah penyelidikan awal diketahui ada 100 pelanggan yang mengunjungi tujuh rumah bordil setiap hari,” ujar Law. Setiap dari mereka membayar HK$250 ($32) untuk layanan seks.
Polisi, dalam sebuah pernyataan, mengatakan, sebanyak 51 perempuan dan 35 laki-laki berusia antara 17 hingga 72 tahun, ditangkap. Mereka adalah bagian dari geng bordil yang diperiksa untuk mengungkap lebih dari 20 lokasi rumah bordil lainnya.
Toilet umum yang dimanfaatkan geng bordil untuk transaksi seks itu, salah satunya di pusat perbelanjaan di Distrik Yuen Long. Melansir laman South China Morning Post, polisi menyusuri gang sempit di sebuah komplek bangunan lantai dua seluas 14 meter persegi. Di bangunan itulah, toilet-toilet umum juga dimanfaatkan untuk transaksi seks.
“Saya pikir, ini adalah pertama kalinya polisi menemukan toilet umum berubah menjadi rumah bordil,” kata pejabat kepolisian Hong Kong, Inspektur Law Kwok – hoi.
Menurutnya, ada tujuh usaha rumah bordil yang juga memanfaatkan bangunan publik yang kosong. Menurut media itu, geng bordil itu menjalankan usahanya dengan sandi khusus. Sehingga orang lain yang tidak mengetahuinya tidak diperbolehkan masuk.
”Sebuah penyelidikan awal diketahui ada 100 pelanggan yang mengunjungi tujuh rumah bordil setiap hari,” ujar Law. Setiap dari mereka membayar HK$250 ($32) untuk layanan seks.
Polisi, dalam sebuah pernyataan, mengatakan, sebanyak 51 perempuan dan 35 laki-laki berusia antara 17 hingga 72 tahun, ditangkap. Mereka adalah bagian dari geng bordil yang diperiksa untuk mengungkap lebih dari 20 lokasi rumah bordil lainnya.
(mas)