Dicuri, data jet tempur F-35 AS nyaris jatuh ke tangan Iran
Rabu, 15 Januari 2014 - 10:18 WIB
Dicuri, data jet tempur F-35 AS nyaris jatuh ke tangan Iran
A
A
A
Sindonews.com – Seorang pria dituduh hendak menyeludupkan data rahasia pesawat jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat (AS) ke Iran. Mozaffar Khazaee, pria yang hendak menyelundupkan data rahasia itu telah ditangkap dan menjalani dakwaan Jkasa AS.
Khazaee, warga naturalisasi AS ditangkap 9 Januari 2014 lalu di Bandara Internasional Newark, di New Jersey ketika hendak melakukan perjalanan ke Teheran. ”Dia didakwa mengangkut, barang ke negara lain dengan mencuri. Dia menghadapi ancaman penjara maksimal 10 tahun,” bunyi pernyataan Jaksa AS untuk Distrik Connecticut, seperti dikutip RT.
Saat ditangkap, Khazaee membawa kota berisi dokumen rahasia tentang spesifikasi dan bahan eksklusif terkait pembuatan pesawat jet tempur siluman F-35.
Perusahaan mitra Pemerintah AS yang membuat pesawat jet tempur siluman F-35, Pratt & Whitney, belum mengetahui, bagaimana pria itu bisa mendapatkan data rahasia pesawat jet tempur siluman F-35 yang hendak diselundupkan ke Iran. Juru bicara perusahaan, Matthew Bates, mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki hal itu.
”Pratt & Whitney telah bekerja sama sepenuhnya dengan Pemerintah AS, dan akan terus melakukannya," kata Bates. ”Penyelidikan sedang berlangsung ,” lanjut dia.
Sementara itu, Roll-Royce, perusahaan sub kontraktor dari Pratt& Whitney, seperti dilansir news.com.au, Rabu (15/1/2014), mengklaim pihaknya menjamin kerahasiaan data spesifikasi pesawat jet tempur siluman F-35. Juru bicara Roll-Royce, mengatakan, si penyelundup, Khazaee, bukan karyawan perusahaan tersebut.
Khazaee, warga naturalisasi AS ditangkap 9 Januari 2014 lalu di Bandara Internasional Newark, di New Jersey ketika hendak melakukan perjalanan ke Teheran. ”Dia didakwa mengangkut, barang ke negara lain dengan mencuri. Dia menghadapi ancaman penjara maksimal 10 tahun,” bunyi pernyataan Jaksa AS untuk Distrik Connecticut, seperti dikutip RT.
Saat ditangkap, Khazaee membawa kota berisi dokumen rahasia tentang spesifikasi dan bahan eksklusif terkait pembuatan pesawat jet tempur siluman F-35.
Perusahaan mitra Pemerintah AS yang membuat pesawat jet tempur siluman F-35, Pratt & Whitney, belum mengetahui, bagaimana pria itu bisa mendapatkan data rahasia pesawat jet tempur siluman F-35 yang hendak diselundupkan ke Iran. Juru bicara perusahaan, Matthew Bates, mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki hal itu.
”Pratt & Whitney telah bekerja sama sepenuhnya dengan Pemerintah AS, dan akan terus melakukannya," kata Bates. ”Penyelidikan sedang berlangsung ,” lanjut dia.
Sementara itu, Roll-Royce, perusahaan sub kontraktor dari Pratt& Whitney, seperti dilansir news.com.au, Rabu (15/1/2014), mengklaim pihaknya menjamin kerahasiaan data spesifikasi pesawat jet tempur siluman F-35. Juru bicara Roll-Royce, mengatakan, si penyelundup, Khazaee, bukan karyawan perusahaan tersebut.
(mas)