China tuduh Jepang kobarkan propaganda perang

Kamis, 09 Januari 2014 - 09:38 WIB
China tuduh Jepang kobarkan...
China tuduh Jepang kobarkan propaganda perang
A A A
Sindonews.com – Pemerintah China menuduh Jepang mengobarkan propaganda perang, dan mengadukannya ke PBB. Tuduhan itu, merujuk pada kunjungan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe ke kuil Yasukuni, yang membuat rakyat China marah.

Kemarahan China belum mereda, sejak Abe mengunjungi kuil yang dianggap China sebagai simbol kejahatan Perang Dunia II, pada 26 Desember 2013 lalu. Selain China, Korea Selatan yang juga menjadi korban Perang Dunia II, juga memprotes sikap Abe itu.

”Itu semua bermuara pada para pemimpin negara. Haruskah PBB berpihak pada penjahat perang?,” kata Duta Besar China untuk PBB, Liu Jieyi, kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, Kamis (9/1/2014).

Di era Perang Dunia II, militer Jepang menduduki China tahun 1930-an. Jepang juga menjajah Korea Selatan dari 1910-1945. Kuil Yasukuni, dibangun Jepang untuk mengenang kejayaan militer Jepang, namun menyakiti rakyat China dan Korea Selatan.

Sejak itu, kedua negara itu selalu mengutuk setiap pejabat Jepang yang nekat mengunjungi kuil Yasukuni. ”Pertanyaan yang muncul, apa sebenarnya niat Abe itu?,” ujar Liu.

”Masyarakat internasional harus tetap waspada dan memberi peringatan kepada Abe untuk memperbaiki pandangan sejarahnya yang keliru, agar dia tidak tergelincir ke jalan yang salah.”

Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk PBB, Motohide Yoshikawa, dalam sebuah pernyataan, meluruskan tuduhan China tersebut. Menurutnya, tindakan Abe mengunjungi kuil Yasukuni, bukan untuk memberikan penghormatan kepada penjahat perang atau memuji militerisme Jepang di masa silam.

”Perdana Menteri Abe mengunjungi kuil Yasukuni untuk menghormati dan berdoa bagi setiap orang yang tewas dalam perang. Dia memperbarui janji Jepang untuk tidak akan pernah berperang lagi,” kata Yoshikawa.

Hubungan antara Jepang dan China kian memanas. Selain masalah sengketa pulau di Laut China Timur, Jepang dan China juga terlibat saling ejek di media.

Di mana, kedua pejabat negara saling menyebut lawannya masing-masing dengan sebutan Voldemort, tokoh penyihit jahat dalam serial Harry Potter, karya JK Rowling. Saling ejek itu dalam bentuk artikel yang dimuat di media Inggris.
(mas)
Berita Terkait
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
Jepang Sebut Niat Militer...
Jepang Sebut Niat Militer China Tidak Jelas, Timbulkan Ancaman Serius
Sanae Takaichi Menang,...
Sanae Takaichi Menang, China Meradang, Ada Apa Gerangan?
Silakan Pilih: China...
Silakan Pilih: China dan Jepang Ultimatum Warga Negara Ganda
China Bebaskan Tersangka...
China Bebaskan Tersangka Mata-mata Jepang dari Penjara
Ribut dengan China,...
Ribut dengan China, Jepang Siap Kerahkan Rudal ke Dekat Taiwan
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
6 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
7 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
8 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
9 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
10 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
11 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved