Meski bergejolak, Libya tolak pasukan PBB
Selasa, 17 Desember 2013 - 17:51 WIB
Meski bergejolak, Libya tolak pasukan PBB
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Libya telah menolak rencana PBB yang akan mengirim lebih dari 200 tentara ke negara yang bermasalah itu. Sejak rezim Muammar Qaddafi tumbang, Libya terus dilanda kekerasan, karena militan yang ikut melengserkan rezim Qaddafi menolak meletekkan senjata.
Pimpinan PBB menerima dukungan dari PBB Dewan Keamanan bulan lalu untuk mengirim pasukan penjaga sebanyak 235 personel. Misi PBB itu mempertimbangkan ancaman yang meningkat terhadap personel PBB yang ada di Tripoli.
Pemerintah Libya, semula setuju dengan rencana pengiriman pasukan PBB itu. Namun, tak berselang lama mereka berubah pikiran. Penolakan rencana pengiriman pasukan PBB itu disampaikan seorang pejabat penting di Libya.
Namun, penolakan itu diragukan Inggris. ”Itu (penolakan) tidak terlihat sekarang, usulan (PBB) tersebut bisa dilakukan dalam waktu ke depan,” kata Duta Besar Inggris untuk PBB, Mark Lyall Grant kepada wartawan, seperti dikutip al-Arabiya, Selasa (17/12/2013).
“Saat ini mereka (Libya) tidak memiliki banyak aparat keamanan dan Itu adalah kebijakan Dewan Keamanan PBB yang sangat serius. Kami sedang menunggu usulan lebih lanjut,” imbuh dia.
Menurutnya, Inggris telah mengambil peran utama dalam mengatasi krisis Libya. Di mana, Inggris menjadi salah satu anggota Dewan Keamanan PBB yang menyatakan prihatin dengan kondisi keamanan dan politik di negara Afrika itu yang terus memburuk.
Pimpinan PBB menerima dukungan dari PBB Dewan Keamanan bulan lalu untuk mengirim pasukan penjaga sebanyak 235 personel. Misi PBB itu mempertimbangkan ancaman yang meningkat terhadap personel PBB yang ada di Tripoli.
Pemerintah Libya, semula setuju dengan rencana pengiriman pasukan PBB itu. Namun, tak berselang lama mereka berubah pikiran. Penolakan rencana pengiriman pasukan PBB itu disampaikan seorang pejabat penting di Libya.
Namun, penolakan itu diragukan Inggris. ”Itu (penolakan) tidak terlihat sekarang, usulan (PBB) tersebut bisa dilakukan dalam waktu ke depan,” kata Duta Besar Inggris untuk PBB, Mark Lyall Grant kepada wartawan, seperti dikutip al-Arabiya, Selasa (17/12/2013).
“Saat ini mereka (Libya) tidak memiliki banyak aparat keamanan dan Itu adalah kebijakan Dewan Keamanan PBB yang sangat serius. Kami sedang menunggu usulan lebih lanjut,” imbuh dia.
Menurutnya, Inggris telah mengambil peran utama dalam mengatasi krisis Libya. Di mana, Inggris menjadi salah satu anggota Dewan Keamanan PBB yang menyatakan prihatin dengan kondisi keamanan dan politik di negara Afrika itu yang terus memburuk.
(mas)