Penerjemah di acara Mandela dituduh palsu, Afsel minta maaf

Jum'at, 13 Desember 2013 - 11:30 WIB
Penerjemah di acara...
Penerjemah di acara Mandela dituduh palsu, Afsel minta maaf
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Afrika Selatan (Afsel) meminta maaf atas karena menggunakan Thmasanqa Jantjie sebagai penerjemah bahasa isyarat di acara Nelson Mandela. Sebab, Jantjie, dituduh para ahli bahasa isyarat sebagai penerjemah palsu atau gadungan.

Ulah Jantjie itu telah memicu kemarahan warga penyandang tunarungu di seluruh dunia. Kemarin, Jantjie mengaku menyesal. Dia bahkan, mengaku menderita skizofrenia, sehingga melakukan kesalahan yang disaksikan masyarakat di seluruh dunia.

”Janjtie mengakui, dia bukan penerjemah bahasa isyarat profesional,” kata wakil menteri untuk urusan difable, Hendrietta Bogopane – Zulu, seperti dikutip Reuters, Jumat (13/12/2013). ”Kita hanya bisa meminta maaf kepada masyarakat tunarungu,” katanya lagi.

Bruno Druchen , direktur nasional dari Federasi Tunarungu Afsel, mengatakan kepada Associated Press, bahwa gerakan tangan Jantjie, di acara penghormatan untuk Mandela, tidak berarti apa-apa. Ahli bahasa isyarat lainnya terang-terangan menyebut, Jantjie adalah penerjemah bahasa isyarat palsu. ”Dia melakukan penipuan lengkap,” kata Cara Loening, Direktur Pendidikan dan Pengembangan Bahasa di Cape Town, Afsel.

Namun, Jantjie, membantah disebut penerjemah bahasa isyarat palsu. Dia mengklaim memenuhi syarat, bahkan menjadi “juara bahasa iyarat”. Menurutnya, tindakan yang memicu kemarahan warga penyandang tunarungu di seluruh dunia itu, karena penyakit skizofrenia yang ia alami mendadak.

”Tidak ada yang bisa kulakukan. Saya sendirian dalam situasi yang sangat berbahaya,” katanya, kepada The Star. Dia mengaku mendengar suara-suara aneh dan berhalusinasi saat terserang gejala skizofrenia.

”Saya mencoba untuk mengendalikan diri dan tidak menunjukkan kepada dunia apa yang sedang terjadi. Saya sangat menyesal,” imbuh dia.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Dorong Aksi...
Indonesia Dorong Aksi Nyata Pemberdayaan Perempuan di G20 Afrika Selatan
4 Alasan Afrika Selatan...
4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025
Gedung Parlemen Afrika...
Gedung Parlemen Afrika Selatan di Cape Town Terbakar
Presiden Afsel Berupaya...
Presiden Afsel Berupaya Pertahankan Kekuasaan di Tengah Skandal Korupsi
25.000 Tentara Dikerahkan...
25.000 Tentara Dikerahkan untuk Redam Kerusuhan di Afrika Selatan
Kerusuhan Afrika Selatan...
Kerusuhan Afrika Selatan Menggila, 212 Orang Tewas Secara Brutal
Berita Terkini
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
45 menit yang lalu
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
1 jam yang lalu
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
2 jam yang lalu
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
3 jam yang lalu
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
4 jam yang lalu
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved