Operasi militer Perancis di CAR bisa lebih dari 6 bulan
Rabu, 11 Desember 2013 - 23:41 WIB
Operasi militer Perancis di CAR bisa lebih dari 6 bulan
A
A
A
Sindonews.com – Operasi militer Perancis di Republik Afrika Tengah (CAR) kemungkinan akan berlangsung lebih dari enam bulan yang dijadwalkan. Hal ini jika militer Perancis menemukan kesulitan untuk melucuti senjata milisi dan memulihkan keamanan.
Pernyataan itu diungkapkan Menteri Pertahanan Perancis, Jean-Yves Le Drian, Rabu (11/12/2013). "Kami tidak pernah mengatakan operasi akan berlangsung selama tiga hari. Sebuah operasi militer itu butuh waktu," kata Le Drian dalam wawancara dengan stasiun televisi Perancis, BFMTV.
Menurutnya, pasukan Prancis dengan bantuan tentara Afrika harus memastikan pelucutan senjata sistematis dari kelompok-kelompok bersenjata di CAR dan memulihkan keamanan yang menjadi elemen dasar dari suatu negara.
"Tujuannya adalah enam bulan. Tapi, saya tidak bisa mengatakan, jika dalam enam bulan semuanya akan dikembalikan," tambahnya. Pada pertengahan pekan lalu, Presiden Prancis Francois Hollande memerintahkan pengerahan pasukan Perancis di bekas koloni mereka, setelah DK PBB mengeluarkan lampu hijau.
Pernyataan itu diungkapkan Menteri Pertahanan Perancis, Jean-Yves Le Drian, Rabu (11/12/2013). "Kami tidak pernah mengatakan operasi akan berlangsung selama tiga hari. Sebuah operasi militer itu butuh waktu," kata Le Drian dalam wawancara dengan stasiun televisi Perancis, BFMTV.
Menurutnya, pasukan Prancis dengan bantuan tentara Afrika harus memastikan pelucutan senjata sistematis dari kelompok-kelompok bersenjata di CAR dan memulihkan keamanan yang menjadi elemen dasar dari suatu negara.
"Tujuannya adalah enam bulan. Tapi, saya tidak bisa mengatakan, jika dalam enam bulan semuanya akan dikembalikan," tambahnya. Pada pertengahan pekan lalu, Presiden Prancis Francois Hollande memerintahkan pengerahan pasukan Perancis di bekas koloni mereka, setelah DK PBB mengeluarkan lampu hijau.
(esn)