AS tunda suplai pasokan untuk pasukan di Afghanistan
Rabu, 04 Desember 2013 - 15:30 WIB
AS tunda suplai pasokan untuk pasukan di Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Militer Amerika Serikat (AS) menunda penyaluran kebutuhan peralatan militer ke Afghanistan melalui Pakistan, Selasa (3/12/2013). Keputusan tersebut datang setelah para aktivis yang melengkapi diri dengan sejumlah tongkat pemukul mengincar truk yang mengangkut truk kersediaan NATO, sebagai bentuk protes atas serangan drone AS di wilayah kesukuan Pakistan.
"Secara sukarela kami telah menghentikan pengiriman kargo AS melalui Pakistan Ground Line of Communication (GLOCC) dari pintu Torkham melalui Karachi." ungkap Juru Bicara Pentagon, Mark Wright dalam sebuah pernyataan. "Kami melakukan langkah antisipasi, dalam waktu dekat rute pengiriman lewat jalur ini akan kembali dilakukan," lanjutnya.
AS memiliki rute alternatif untuk menyalurkan bantuan ke Afghanistan, melalui Asia Tengah. Namun, rute tersebut memakan waktu jauh lebih dalam dan lebih mahal. "Meskipun pengiriman kargo melalui Pakistan karena alasan biaya, namun kami telah menyipakan fleksibilitas dan redundansi dalam layanan sistem udara, laut dan darat untuk menggangkut kargo dari dan ke dalam Afghanistan," ungkap Wright.
Seorang pejabat Washington mengatakan, pemerintah Pakistan sepenuhnya mendukung penggunaan rute darat penyaluran pasokan kebutuhan NATO dan mereka berjanji akan segera memulihkan keamanan di wilayah tersebut. Para supir truk kini telah diperintahkan untuk menunggu di wilayah Afghanistan.
"Perusahaan yang kami kontrak semakin gugup, penyaluran pasokan bantuan tersebut sedikit bayak cukup membahayakan keselamatan para pengemudi," ungkap pejabat pertahanan AS kepada AFP dalam kondisi anonim.
"Secara sukarela kami telah menghentikan pengiriman kargo AS melalui Pakistan Ground Line of Communication (GLOCC) dari pintu Torkham melalui Karachi." ungkap Juru Bicara Pentagon, Mark Wright dalam sebuah pernyataan. "Kami melakukan langkah antisipasi, dalam waktu dekat rute pengiriman lewat jalur ini akan kembali dilakukan," lanjutnya.
AS memiliki rute alternatif untuk menyalurkan bantuan ke Afghanistan, melalui Asia Tengah. Namun, rute tersebut memakan waktu jauh lebih dalam dan lebih mahal. "Meskipun pengiriman kargo melalui Pakistan karena alasan biaya, namun kami telah menyipakan fleksibilitas dan redundansi dalam layanan sistem udara, laut dan darat untuk menggangkut kargo dari dan ke dalam Afghanistan," ungkap Wright.
Seorang pejabat Washington mengatakan, pemerintah Pakistan sepenuhnya mendukung penggunaan rute darat penyaluran pasokan kebutuhan NATO dan mereka berjanji akan segera memulihkan keamanan di wilayah tersebut. Para supir truk kini telah diperintahkan untuk menunggu di wilayah Afghanistan.
"Perusahaan yang kami kontrak semakin gugup, penyaluran pasokan bantuan tersebut sedikit bayak cukup membahayakan keselamatan para pengemudi," ungkap pejabat pertahanan AS kepada AFP dalam kondisi anonim.
(esn)