Rayakan pembebasan tahanan Palestina, delegasi parlemen UE diprotes rekannya
Kamis, 28 November 2013 - 15:42 WIB
Rayakan pembebasan tahanan Palestina, delegasi parlemen UE diprotes rekannya
A
A
A
Sindonews.com - Kehadiran sejumlah anggota delegasi parlemen Uni Eropa (UE) dalam sebuah perayaan di Ramallah untuk menghormati para tahanan Palestina yang dirilis bulan lalu, diprotes sesama rekan mereka. Fiorello Provera, Wakil Ketua Komite Luar Negeri Parlemen UE, mengatakan, tindakaan itu tak dapat diterima dan merusak kredibilitas UE sebagai perantara yang jujur, Rabu (27/11/2012).
"Sebuah tindakan yang memalukan," ungkap Provera saat diwawancarai Jpost. "Saya malu dengan tindakan tersebut," imbuhnya. Provera menuturkan, pembebasan para tahanan Palestina adalah sebuah isyarat niat baik. Sayangnya, mereka yang dibebaskan tersebut bukanlah penjuang kemerdekaan. Mereka bukan pahlawan, tapi pembunuh.
"Masing-masing dari 26 orang yang dibebaskan punya catatan tindak kriminal melakukan pembunuhan. Kebanyakan dari korban pembunuhan mereka adalah warga sipil Israel yang hanya mencoba mencari nafkah. Para tahanan kebanyakan adalah orang tua yang tidak lagi berdaya,"
"Resiko yang dihadapi adalah sebuah niat baik untuk memfasilitasi proses perdamaian dengan memuliakan penjahat biasa," imbuh Provera. Sikap Provera, mendukung Pemerintah Israel jarang dilakukan oleh anggota parlemen UE yang jumlahnya mencapai 766 orang. Seperti diketahui, kebanyakan anggota parlemen UE cenderung memusuhi Israel dan lebih positif kepada Palestina.
Awal tahun ini, anggota Parlemen Eropa mengeluarkan resolusi yang mendukung pembebasan tahanan Palestina dan menyerukan pembentukan misi pencari fakta sebelum dibebaskan. Namun, Provera menujukan sikap yang berlawanan.
"Menjaga hubungan baik antara Israel dengan UE itu penting, mereka tidak hanya unggul dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi kami juga memiliki ikatan sejarah dan agama. "Sejarah Yahudi merupakan dasar dari peradaban kita. Orang Yahudi adalah bagian dari cerita negara saya," pungkasnya.
"Sebuah tindakan yang memalukan," ungkap Provera saat diwawancarai Jpost. "Saya malu dengan tindakan tersebut," imbuhnya. Provera menuturkan, pembebasan para tahanan Palestina adalah sebuah isyarat niat baik. Sayangnya, mereka yang dibebaskan tersebut bukanlah penjuang kemerdekaan. Mereka bukan pahlawan, tapi pembunuh.
"Masing-masing dari 26 orang yang dibebaskan punya catatan tindak kriminal melakukan pembunuhan. Kebanyakan dari korban pembunuhan mereka adalah warga sipil Israel yang hanya mencoba mencari nafkah. Para tahanan kebanyakan adalah orang tua yang tidak lagi berdaya,"
"Resiko yang dihadapi adalah sebuah niat baik untuk memfasilitasi proses perdamaian dengan memuliakan penjahat biasa," imbuh Provera. Sikap Provera, mendukung Pemerintah Israel jarang dilakukan oleh anggota parlemen UE yang jumlahnya mencapai 766 orang. Seperti diketahui, kebanyakan anggota parlemen UE cenderung memusuhi Israel dan lebih positif kepada Palestina.
Awal tahun ini, anggota Parlemen Eropa mengeluarkan resolusi yang mendukung pembebasan tahanan Palestina dan menyerukan pembentukan misi pencari fakta sebelum dibebaskan. Namun, Provera menujukan sikap yang berlawanan.
"Menjaga hubungan baik antara Israel dengan UE itu penting, mereka tidak hanya unggul dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi kami juga memiliki ikatan sejarah dan agama. "Sejarah Yahudi merupakan dasar dari peradaban kita. Orang Yahudi adalah bagian dari cerita negara saya," pungkasnya.
(esn)