Snowden belum bongkar total, AS khawatir kiamat spionase

Selasa, 26 November 2013 - 15:43 WIB
Snowden belum bongkar...
Snowden belum bongkar total, AS khawatir kiamat spionase
A A A
Sindonews.com - Para pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) dan Inggris ketar-ketir dengan kemungkinan terjadinya “kiamat” spionase. Sebab, secuil bocoran dari whistleblower NSA, Edward Joseph Snowden saja bisa memicu ketegangan diplomatik berbagai negara termasuk Indonesia dan Australia.

Padahal, bekas kontraktor National Security Agency (NSA) AS berusia 30 tahun itu telah mengunduh sekitar 50 ribu hingga 200 ribu file rahasia penyadapan NSA. Josh Frydenberg, sekretaris parlemen Australia kepada The Guardian, mengatakan bocoran penyadapan ponsel Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan para pejabat Indonesia oleh intelijen Australia tahun 2009 itu hanya satu persen dari materi yang dibocorkan Snowden.

”Ini bisa menjadi luka bakar sangat lambat. Hari ini bisa jadi Indonesia,” kata Frydenberg kepada ABC, Selasa (26/11/2013).

Laporan Reuters, kemarin, mengungkap, dokumen penyadapan NSA yang diunduh Snowden, sejatinya berasal dari penyadapan intelijen AS banyak sekutunya, termasuk Australia. Data NSA itu dilindungi dengan enkripsi yang canggih.

Menurut sumber intelijen AS, setidakn butuh beberapa password untuk membuka dokumen rahasia yang diyakini bisa menyulut ketegangan diplomatik sejumlah negara itu. Password itu, lanjut sumber tersebut dimiliki oleh setidaknya tiga orang yang berbeda dan hanya berlaku dalam waktu yang singkat. Identitas orang-orang yang memiliki password itu pun tidak diketahui.

Juru bicara untuk NSA menolak mengomentari laporan itu. Namun, seorang mantan pejabat AS meyakini dokumen yang dipegang Snowden berbahaya."Yang terburuk belum datang,” kata mantan pejabat AS tersebut.

Frydenberg justru khawatir dokumen Snowden itu bisa jatuh ke tangan Rusia. Sebab, saat ini Snowden berada di sana, setelah memperoleh suaka dari Presiden Rusia Vladimir Putin selama setahun.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
12 menit yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
42 menit yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
1 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
2 jam yang lalu
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
2 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved