30 warga Irak tewas akibat bom mobil
Kamis, 21 November 2013 - 21:03 WIB
30 warga Irak tewas akibat bom mobil
A
A
A
Sindonews.com - Ledakan bom mobil kembali menguncang sebuah kafe dalam sebuah pasar makanan di Kota Saadiyah, Provinsi Diyala, di sisi timur Ibu Kota Baghdad, Irak, Kamis (21/11/2013). Aparat keamanan Irak mengatakan, ledakan itu menewaskan dan melukai puluhan warga Irak.
Menurut sumber apararat kepolisian dan dokter dalam kondisi anonim, sebanyak 30 tewas sementara 40 orang lainnya menderita luka-luka akibat ledakan bom mobil tersebut.
Dari Provinsi yang sama, pasukan keamanan Irak mengaku bahwa mereka telah menemukan selusin mayat yang telah menjadi korban penculikan orang-orang yang mengaku sebagai anggota pasukan keamanan Irak. 12 jasad tersebut ditemukan dalam sungai.
Hingga berita ini diturunkan belum ada kelompok yang bertanggung jawab atas aksi kekerasan tersebut, tapi kelompok militan Sunni yang terkait dengan al-Qaeda sering melancarkan serangan yang seorang sengaja dirancang untuk menghancurkan kepercayaan terhadap pemerintah dan pasukan keamanan Irak yang sebagian berasal merupakan pengikut Syiah.
Menyikap peningkatakan serangan tersebut, Deputi Penasihat Keamanan Nasional Safa Hussein mengatakan kepada AFP, kemampuan kelompok militan Sunni untuk melakukan serangan telah meningkat.
"Sekarang mereka mengerti bahwa mereka tidak dapat mewujudkan ambisi mereka dalam membangun negara dan mereka juga tidak bisa mereka mengalahkan pemerintah. Tapi mereka bisa bekerja menuju tujuan mereka dengan mengontrol beberapa daerah secara langsung dan mewujudkan itu akan membuat mereka menciptakan lingkungan untuk perkembangan mereka," ungkap Hussein.
Menurut sumber apararat kepolisian dan dokter dalam kondisi anonim, sebanyak 30 tewas sementara 40 orang lainnya menderita luka-luka akibat ledakan bom mobil tersebut.
Dari Provinsi yang sama, pasukan keamanan Irak mengaku bahwa mereka telah menemukan selusin mayat yang telah menjadi korban penculikan orang-orang yang mengaku sebagai anggota pasukan keamanan Irak. 12 jasad tersebut ditemukan dalam sungai.
Hingga berita ini diturunkan belum ada kelompok yang bertanggung jawab atas aksi kekerasan tersebut, tapi kelompok militan Sunni yang terkait dengan al-Qaeda sering melancarkan serangan yang seorang sengaja dirancang untuk menghancurkan kepercayaan terhadap pemerintah dan pasukan keamanan Irak yang sebagian berasal merupakan pengikut Syiah.
Menyikap peningkatakan serangan tersebut, Deputi Penasihat Keamanan Nasional Safa Hussein mengatakan kepada AFP, kemampuan kelompok militan Sunni untuk melakukan serangan telah meningkat.
"Sekarang mereka mengerti bahwa mereka tidak dapat mewujudkan ambisi mereka dalam membangun negara dan mereka juga tidak bisa mereka mengalahkan pemerintah. Tapi mereka bisa bekerja menuju tujuan mereka dengan mengontrol beberapa daerah secara langsung dan mewujudkan itu akan membuat mereka menciptakan lingkungan untuk perkembangan mereka," ungkap Hussein.
(esn)