Dituding rencanakan serang kedubes Israel, warga Iran dihukum 30 hari penjara
Kamis, 21 November 2013 - 19:33 WIB
Dituding rencanakan serang kedubes Israel, warga Iran dihukum 30 hari penjara
A
A
A
Sindonews.com - Pihak berwenang Azerbaijan menjatuhkan hukuman 30 hari penahanan administratif terhadap seorang warga Iran yang dituding merencanakan serangan terhadap Kedutaan Israel di Ibu Kota Baku, Azerbaijan. Demikian seperti dilansir APA, kantor berita Azerbaijan, Rabu (21/11/2013).
Menurut APA, penangkapan warga Iran yang diidentifikasi bernama Hasan Faraji (31) terjadi dua pekan lalu. Sebelumnya, aparat kepolisian Azerbaijan mencurigai gerak gerik Faraji yang berkeliaran di luar kedutaan Israel pada 31 Oktober lalu. Polisi kemudian memutuskan, untuk menggrebek rumah Faraji.
Di sana mereka menemukan sejumlah foto dan rencana yang mengindikasikan bahwa dia akan melakukan serangan terhadap kedutaan Israel. Faraji sempat menolak saat ditangkap.
Menurut Saluran 10 televisi Azerbaijan, Faraji adalah anggota pasukan Quds Iran, sebuah unit khusus dari pasukan revolusi Iran. Dia ditugaskan untuk merencanakan dan melakukan serangkaian aksi terorisme terhadap kedutaan Israel.
Pemerintah Iran sebelumnya menuduh Pemerintah Azerbaijan telah melakukan penyiksaan terhadap Faraji untuk mengakui berbagai tuduhan yang sebelumnya tidak pernah dia lakukan.
Menanggapi tudingan tersebut, Sadig Gozalov, seorang Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Azerbaijan mengatakan kepada APA, bahwa tuduhan penyiksaan adalah tidak berdasar. "Faraji tidak mengeluhkan kondisi dan pelayanan penjara. Dia mengatakan bahwa dia tidak menghadapi tekanan, penyiksaan atau tindakan menghina kehormatan dan martabatnya," ungkap Gozalov.
Menurut APA, penangkapan warga Iran yang diidentifikasi bernama Hasan Faraji (31) terjadi dua pekan lalu. Sebelumnya, aparat kepolisian Azerbaijan mencurigai gerak gerik Faraji yang berkeliaran di luar kedutaan Israel pada 31 Oktober lalu. Polisi kemudian memutuskan, untuk menggrebek rumah Faraji.
Di sana mereka menemukan sejumlah foto dan rencana yang mengindikasikan bahwa dia akan melakukan serangan terhadap kedutaan Israel. Faraji sempat menolak saat ditangkap.
Menurut Saluran 10 televisi Azerbaijan, Faraji adalah anggota pasukan Quds Iran, sebuah unit khusus dari pasukan revolusi Iran. Dia ditugaskan untuk merencanakan dan melakukan serangkaian aksi terorisme terhadap kedutaan Israel.
Pemerintah Iran sebelumnya menuduh Pemerintah Azerbaijan telah melakukan penyiksaan terhadap Faraji untuk mengakui berbagai tuduhan yang sebelumnya tidak pernah dia lakukan.
Menanggapi tudingan tersebut, Sadig Gozalov, seorang Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Azerbaijan mengatakan kepada APA, bahwa tuduhan penyiksaan adalah tidak berdasar. "Faraji tidak mengeluhkan kondisi dan pelayanan penjara. Dia mengatakan bahwa dia tidak menghadapi tekanan, penyiksaan atau tindakan menghina kehormatan dan martabatnya," ungkap Gozalov.
(esn)