Yordania berusaha dapatkan kursi kosong anggota DK PBB
Senin, 18 November 2013 - 21:02 WIB
Yordania berusaha dapatkan kursi kosong anggota DK PBB
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Yordania secara resmi mengajukan tawaran agar dapat menjadi anggota non tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, Senin (18/11/2013). Tawaran tersebut dilangnya setelah sekutu mereka Arab Saudi menegaskan bahwa mereka menolak kursi tersebut sebagai bentuk tindakan protes atas kegagalan masyarakat internasional untuk mengakhiri perang sipil Suriah.
Pemerintah Yordania mengatakan, Yodania yang bersahabat dekat dengan Arab Saudi terutama dalam isu kebijakan luar negeri mengajukan tawaran tersebut karena ingin meningkatkan profil di mata internasional dan mendapatkan pengakuan lebih atas perannya menampung pengungsi Suriah.
Pemerintah Yordania juga mengaku bahwa langkah mereka telah direstui oleh pemerintah Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS). "Kursi DK PBB adalah posisi terkemuka di internasional yang akan menjadikan Yordania menjadi pemain yang memiliki pengaruh dan dalam setiap pengambilan keputusan internasional sekaligus mengindikasikan rasa hormat atas kebijakan yang moderat," ungkap Menteri Informasi Yordania, Mohammed al-Momani Reuters.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Yordania Nasser Joudeh seperti dikutip kantor berita Yordania, mengatakan, keputusan Pemerintah Yordania datang setelah Raja Abdullah II melakukan konsultasi dengan saudara-saudaranya di Arab Saudi, serta sejumlah pemimpin Arab dan pemimpin dunia lainnya.
Guna mendapatkan kursi non tetap DK PBB itu, Pemerintah Yordania harus mendepatkan dukungan suara dari dua pertiga anggota Majelis Umum PBB. Jika mereka berhasil mendapatkan dukungan dari dua pertiga anggota PBB maka mereka akan mengisi kursi non tetap DK PBB itu pada 1 Januari 2014 mendatang.
Pemerintah Yordania mengatakan, Yodania yang bersahabat dekat dengan Arab Saudi terutama dalam isu kebijakan luar negeri mengajukan tawaran tersebut karena ingin meningkatkan profil di mata internasional dan mendapatkan pengakuan lebih atas perannya menampung pengungsi Suriah.
Pemerintah Yordania juga mengaku bahwa langkah mereka telah direstui oleh pemerintah Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS). "Kursi DK PBB adalah posisi terkemuka di internasional yang akan menjadikan Yordania menjadi pemain yang memiliki pengaruh dan dalam setiap pengambilan keputusan internasional sekaligus mengindikasikan rasa hormat atas kebijakan yang moderat," ungkap Menteri Informasi Yordania, Mohammed al-Momani Reuters.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Yordania Nasser Joudeh seperti dikutip kantor berita Yordania, mengatakan, keputusan Pemerintah Yordania datang setelah Raja Abdullah II melakukan konsultasi dengan saudara-saudaranya di Arab Saudi, serta sejumlah pemimpin Arab dan pemimpin dunia lainnya.
Guna mendapatkan kursi non tetap DK PBB itu, Pemerintah Yordania harus mendepatkan dukungan suara dari dua pertiga anggota Majelis Umum PBB. Jika mereka berhasil mendapatkan dukungan dari dua pertiga anggota PBB maka mereka akan mengisi kursi non tetap DK PBB itu pada 1 Januari 2014 mendatang.
(esn)