Buntu, negosiasi nuklir Iran alami fase kritis

Sabtu, 09 November 2013 - 09:10 WIB
Buntu, negosiasi nuklir...
Buntu, negosiasi nuklir Iran alami fase kritis
A A A
Sindonews.com – Negosiasi nuklir Iran yang berlangsung di Jenewa, Swiss, semalam mengalami fase kritis. Enam negara kekuatan dunia atau 5P+1 terus menekan Iran untuk menghentikan program nuklirnya.

Karena belum ada kesepakatan, Iran dan enam negara 5P+1, yakni, Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, Peranci dan Jerman, setuju melanjutkan perundingan untuk hari ketiga pada hari ini (9/11/2013). Padahal, perundingan itu semula dijadwalkan hanya berlangsung dua hari, yakni Kamis (7/11/2013) dan Jumat (8/11/2013).

Reuters melaporkan, para pejabat Iran mengatakan, pembicaraan dengan kelompok 5P +1, mencapai fase kritis. Bahkan, Menteri Luar Negeri AS dan lima Menlu lainnya dari Eropa terlibat pembicaraan hingga larut malam tadi dengan diplomat Iran.

Pembicaraan antara delegasi Iran yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Javed Zarif, Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, menyimpulkan, bahwa semalam tidak tercapai kesepakatan.

”Kami mencapai titik penting yang sangat kritis,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi dalam komentar yang disiarkan PressTV, sebelum pertemuan. ”Negosiasi telah mencapai kritis, situasi yang sangat sensitif, dan perlu keputusan di tingkat yang lebih tinggi.”

Sebelum bertemu Zarif semalam, John Kerry mengatakan, bahwa ada perbedaan yang signifikan antara Iran dan enam kekuatan dunia. Terutama, dia dan tiga Menlu dari Eropa mencoba untuk mempersempit kesenjangan.

”Saya ingin menekankan tidak ada kesepakatan pada saat ini,” ujar Kerry. ”Kami berharap untuk mencoba untuk mempersempit perbedaan ini, tapi saya tidak berpikir siapa dalam posisi bersalah, yang penting ada beberapa kesenjangan yang harus ditutup.”

Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius, mengatakan, bahwa pertanyaan besar dalam negosiasi itu belum terjawab. ”Perancis menginginkan kesepakatan yang kredibel mengenai program nuklir Iran,” ujarnya daam pernyataan kepada Reuters.
(mas)
Berita Terkait
Swiss Usulkan Denda...
Swiss Usulkan Denda Rp15 Juta Bagi Pelanggar Larangan Burqa
Hasil Serbia vs Swiss:...
Hasil Serbia vs Swiss: 4 Gol Tercipta di Babak Pertama!
Peneliti Swiss Temukan...
Peneliti Swiss Temukan Konsentrasi Kecil Covid-19 di Air Limbah
Ada Masalah Teknis,...
Ada Masalah Teknis, Pesawat Menlu Swiss Mendarat di Moskow
Perempuan Penjaga Bonbin...
Perempuan Penjaga Bonbin Swiss Tewas Diterkam Harimau Siberia
Kehebatan Jet Tempur...
Kehebatan Jet Tempur F/A-18 Hornet, Bisa Mendarat di Jalan Raya
Berita Terkini
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
14 menit yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
1 jam yang lalu
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
2 jam yang lalu
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
3 jam yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
5 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved