Tewaskan 3 orang, Pakistan kutuk serangan drone AS
Kamis, 31 Oktober 2013 - 15:48 WIB
Tewaskan 3 orang, Pakistan kutuk serangan drone AS
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Pakistan pada Kamis (31/10/2013), mengutuk serangan pesawat tak berawak (drone) militer Amerika Serikat terbaru di Pakistan. Serangan drone AS pada Kamis dini hari ini, menewaskan tiga orang.
Serangan itu terjadi di wilayah suku Waziristan. Pesawat tanpa awak milik AS melakukan serangan menjelang fajar dengan menembakkan rudal di Miranshah. Demikian pernyataan pejabata keamanan di Waziristan Utara.
”Pemerintah Pakistan mengutuk keras serangan pesawat tak berawak AS yang berlangsung di Miranshah, Waziristan Utara , dini hari tadi. Serangan ini adalah pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorial Pakistan,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan, seperti dikutip Xinhua .
”Ada konsensus di seluruh aturan di Pakistan, bahwa serangan drone harus berakhir,” lanjut pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Menurut Pemerintah Pakistan, serangan pesawat tak berawak yang kontra-produktif, telah menghilangkan banyak nyawa warga sipil yang tidak bersalah.”Serangan tersebut juga menetapkan preseden berbahaya dalam hubungan antar-negara,” imbuh pernyataan itu.
Serangan Kamis dini hari tadi, adalah serangan pertama sejak 30 September 2013 lalu. Rangkaian serangan drone AS di Pakistan dan Yaman, yang sejatinya ditujukan pada militan al-Qaeda dan Taliban itu mendapat kritikan tajam dari Amnesty International dan Human Rights Watch, karena banyak warga sipil jadi korban.
Serangan itu terjadi di wilayah suku Waziristan. Pesawat tanpa awak milik AS melakukan serangan menjelang fajar dengan menembakkan rudal di Miranshah. Demikian pernyataan pejabata keamanan di Waziristan Utara.
”Pemerintah Pakistan mengutuk keras serangan pesawat tak berawak AS yang berlangsung di Miranshah, Waziristan Utara , dini hari tadi. Serangan ini adalah pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorial Pakistan,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan, seperti dikutip Xinhua .
”Ada konsensus di seluruh aturan di Pakistan, bahwa serangan drone harus berakhir,” lanjut pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Menurut Pemerintah Pakistan, serangan pesawat tak berawak yang kontra-produktif, telah menghilangkan banyak nyawa warga sipil yang tidak bersalah.”Serangan tersebut juga menetapkan preseden berbahaya dalam hubungan antar-negara,” imbuh pernyataan itu.
Serangan Kamis dini hari tadi, adalah serangan pertama sejak 30 September 2013 lalu. Rangkaian serangan drone AS di Pakistan dan Yaman, yang sejatinya ditujukan pada militan al-Qaeda dan Taliban itu mendapat kritikan tajam dari Amnesty International dan Human Rights Watch, karena banyak warga sipil jadi korban.
(mas)