NATO jalin kerjasama dengan Libya di sektor keamanan
Kamis, 24 Oktober 2013 - 01:48 WIB
NATO jalin kerjasama dengan Libya di sektor keamanan
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Libya telah mengkonfirmasi, bahwa Libya dan NATO akan melanjutkan kerjasama dalam masalah keamanan. Hal ini terungkap dalam pernyataan yang dirilis oleh Kabinet Libya, Selasa (22/10/2013).
Pemerintah Libya mengatakan, bahwa penemuan baru dalam hubungan NATO-Libya terjadi setelah kunjungan resmi Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen ke negara Afrika Utara itu dan setelah kunjungan PM Libya Ali Zeidan ke KTT NATO di Chicago, Mei lalu.
Zeidan mengatakan, bahwa NATO akan memberikan Libya saran teknis dan dukungan. Rasmussen menyambut positif permintaan Zeidan itu dan akan memberikan saran untuk membangun institusi pertahanan yang stabil di Libya.
"Sebagai bagian dari upaya keseluruhan masyarakat internasional, kami akan membentuk tim penasehat kecil untuk melakukan upaya ini," kata Rasmussen, seperti dikutip dari Xinhua. "Kami siap untuk mempertimbangkan memberikan bantuan ke Libya. Kami menyambut upaya yang dilakukan secara bilateral dengan sekutu, untuk memperkuat sektor keamanan Libya," lanjutnya.
Langkah NATO ini datang di tengah ketegangan yang meningkat di negara Afrika Utara atas kinerja pemerintah sementara Libya, yang secara luas dituduh kurang memiliki rencana keamanan bagi negara yang terperosok dalam ketidakstabilan itu.
Pemerintah Libya mengatakan, bahwa penemuan baru dalam hubungan NATO-Libya terjadi setelah kunjungan resmi Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen ke negara Afrika Utara itu dan setelah kunjungan PM Libya Ali Zeidan ke KTT NATO di Chicago, Mei lalu.
Zeidan mengatakan, bahwa NATO akan memberikan Libya saran teknis dan dukungan. Rasmussen menyambut positif permintaan Zeidan itu dan akan memberikan saran untuk membangun institusi pertahanan yang stabil di Libya.
"Sebagai bagian dari upaya keseluruhan masyarakat internasional, kami akan membentuk tim penasehat kecil untuk melakukan upaya ini," kata Rasmussen, seperti dikutip dari Xinhua. "Kami siap untuk mempertimbangkan memberikan bantuan ke Libya. Kami menyambut upaya yang dilakukan secara bilateral dengan sekutu, untuk memperkuat sektor keamanan Libya," lanjutnya.
Langkah NATO ini datang di tengah ketegangan yang meningkat di negara Afrika Utara atas kinerja pemerintah sementara Libya, yang secara luas dituduh kurang memiliki rencana keamanan bagi negara yang terperosok dalam ketidakstabilan itu.
(esn)