Palestina tak izinkan pasukan keamanan Israel di Tepi Barat
Jum'at, 18 Oktober 2013 - 18:51 WIB
Palestina tak izinkan pasukan keamanan Israel di Tepi Barat
A
A
A
Sindonews.com - Otoritas Palestina, menolak rencana Israel untuk mempertahankan wilayah dan pasukan keamanan di wilayah Tepi Barat ataupun Yerusalem timur, setelah negara Palestina merdeka terbentuk. Pernyataan itu merupakan tanggapan atas pidato Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akhir pekan ini.
Juru Bicara Kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudaineh mengumumkan, perdamaian dengan Israel mustahil terwujud, kecuali Palestina memiliki kedaulatan penuh atas garis yang dibangun pada 1976 dengan Yerusalem timur sebagai ibu kota negara.
"Palestina tidak akan menerima kehadiran militer Israel di wilayah Palestina yang diklarifikasi sebagai Jalur Hijau," ungkap Rudaineh yang menunjuk bahwa letak Jalur Hijau relavan dengan letak Lembah Yordania. "Palestina tidak akan menerima keberadaan tentara Isreal meskipun hanya satu orang," imbuh Rudaineh.
Sejak lama Isreal berpendapat bahwa pasukan keamanan Israel memang perlu dipertahankan di Lembah Yordan. Dalam pidato rapat pleno akhir pekan lalu, Netayahu mengatakan, perdamaian akan terwujud jika hal itu memang menjadi sebuah kebutuhan dan jika Paletina menerima Israel sebagai tanah air bagi orang Yahudi.
"Kami kami tidak menginginkan cabang Iran di Yudea dan Samaria, seperti yang telah terjadi di sepanjang perbatasan Israel. Oleh karena itu, pasukan keamanan Israel perlu ditempatkan di Lembah Yordania," ungkap Netayahu.
Juru Bicara Kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudaineh mengumumkan, perdamaian dengan Israel mustahil terwujud, kecuali Palestina memiliki kedaulatan penuh atas garis yang dibangun pada 1976 dengan Yerusalem timur sebagai ibu kota negara.
"Palestina tidak akan menerima kehadiran militer Israel di wilayah Palestina yang diklarifikasi sebagai Jalur Hijau," ungkap Rudaineh yang menunjuk bahwa letak Jalur Hijau relavan dengan letak Lembah Yordania. "Palestina tidak akan menerima keberadaan tentara Isreal meskipun hanya satu orang," imbuh Rudaineh.
Sejak lama Isreal berpendapat bahwa pasukan keamanan Israel memang perlu dipertahankan di Lembah Yordan. Dalam pidato rapat pleno akhir pekan lalu, Netayahu mengatakan, perdamaian akan terwujud jika hal itu memang menjadi sebuah kebutuhan dan jika Paletina menerima Israel sebagai tanah air bagi orang Yahudi.
"Kami kami tidak menginginkan cabang Iran di Yudea dan Samaria, seperti yang telah terjadi di sepanjang perbatasan Israel. Oleh karena itu, pasukan keamanan Israel perlu ditempatkan di Lembah Yordania," ungkap Netayahu.
(esn)