Netanyahu: Kurangi sanksi bagi Iran adalah 'kesalahan bersejarah'

Selasa, 15 Oktober 2013 - 03:27 WIB
Netanyahu: Kurangi sanksi...
Netanyahu: Kurangi sanksi bagi Iran adalah 'kesalahan bersejarah'
A A A
Sindonews.com – Mengurangi tekanan pada Iran atas program nuklirnya akan menjadi "kesalahan bersejarah". Demikian ditegaskan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Senin (14/10/2013), sehari sebelum kekuatan dunia melanjutkan pembicaraan dengan Teheran soal program nuklir Iran.

"Ini akan menjadi kesalahan bersejarah, melonggarkan target tekanan sekarang, sesaat sebelum sanksi mencapai tujuan mereka. Dan, terutama sekarang, kita tidak boleh menyerah pada mereka, tetapi melanjutkan tekanan," kata Netanyahu pada pembukaan sesi parlemen musim dingin.

"Iran dapat dengan cepat memperkaya uranium dari tingkat rendah, dari 3,5 persen ke level tinggi 90 persen (dan) bersedia pada hari ini untuk menyerah pada pengayaan ke tingkat interim, 20 persen,” lanjut Netanyahu. "Ini berarti Iran bersedia memberikan sangat sedikit dan menerima banyak," tambahnya, seperti dikutip dari Reuters.

Netanyahu mengatakan, Iran harus memenuhi empat kondisi, sebelum ada gerakan untuk memudahkan sanksi. Empat kondisi itu adalah menghentikan semua pengayaan uranium, menghapus semua uranium yang diperkaya dari wilayah Iran, menutup fasilitas nuklir bawah tanah di Qom, dan menghentikan pembangunan reaktor plutonium.

Pada Selasa (15/10/2013), Iran dan enam negara besar di dunia yang tergabung dalam P5+1, yakni Amerika Serikat (AS), Rusia, China, Inggris, dan Perancis, plus Jerman akan melakukan pembicaraan di Jenewa.
(esn)
Berita Terkait
Iran Umumkan Perundingan...
Iran Umumkan Perundingan Nuklir dengan Rusia dan China
Trump Kirim Surat Permintaan...
Trump Kirim Surat Permintaan Perundingan Nuklir, Iran Tolak Mentah-mentah
Usai Perang, Iran Tetapkan...
Usai Perang, Iran Tetapkan Syarat Ketat untuk Lanjutkan Perundingan Nuklir
Trump Ultimatum Netanyahu:...
Trump Ultimatum Netanyahu: Israel Jangan Serang Iran di Tengah Perundingan Nuklir!
Berbicara di New York,...
Berbicara di New York, Ebrahim Raisi Persilakan PBB Cek Nuklir Iran
Syarat Perundingan Nuklir,...
Syarat Perundingan Nuklir, AS Harus Jamin Tak Akan Lagi Serang Iran
Berita Terkini
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
4 menit yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
1 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
2 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
3 jam yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
4 jam yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Infografis
Iran Serukan Hukuman...
Iran Serukan Hukuman Mati untuk PM Benjamin Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved