Diculik beberapa jam, PM Libya dibebaskan
Kamis, 10 Oktober 2013 - 17:45 WIB
Diculik beberapa jam, PM Libya dibebaskan
A
A
A
Sindonews.com - Para pria bersenjata yang menculik Perdana Menteri Libya, Ali Zeidan di Tripoli pagi tadi (10/10/2013), akhirnya membebaskannya beberapa jam kemudian. Para penculik sebelumnya mengatakan, Zeidan diculik sebagai balasan atas penangkapan pemimpin al-Qaeda wilayah Afrika, Abu Anas al-Liby oleh pasukan AS di Libya.
Menteri Luar Negeri Libya, Mohammed Abdelaziz, mengatakan Zeidan telah dibebaskan beberapa jam setelah diculik di sebuah hotel di Tripoli, oleh milisi mantan pemberontak rezim Moammar Gaddafi. ”Dia telah dibebaskan, tetapi kami tidak memiliki rincian lebih lanjut sejauh perihal pembebasannya,” kata Abdelaziz kepada AFP.
Juru bicara Pemerintah Libya, Mohamed Kaabar mengatakan kepada kantor berita negara LANA, bahwa perdana menteri telah dibebaskan . Namun, dia tidak menjelaskan lebih rinci. ”Dia dibebaskan,” ucapnya.
Beberapa saat sebelum pembebasan Zeidan itu, Wakil Perdana Menteri al-Seddik Abdelkarim telah bersumpah bahwa pemerintah tidak akan memberikan tebusan kepada para pelaku tindakan kriminal. ”Pemerintah tidak akan menyerah pada pemerasan oleh siapa saja,” ujarnya.
Sebuah pernyataan pemerintah sebelumnya mengatakan Zeidan telah diculik untuk tujuan yang tidak jelas oleh para pria bersenjata yang diyakini mantan pemberontak Gaddafi. Sebelumnya kelompok bekas pemberontak rezim Moammar Gaddafi, juga mengklaim atas penculikan Zeidan di Hotel Corinthia, di Tripoli, di mana pemimpin Libya itu tinggal.
”Penculikan dilakukan, setelah ada pernyataan John Kerry (Menteri Luar Negeri Amerika Serikat) tentang penangkapan Abu Anas al-Liby (pemimpin al-Qaeda Afrika). Dia (Kerry) mengatakan, Pemerintah Libya menyadari atas operasi AS,” kata seorang juru bicara kelompok penculik Zeidan, seperti dikutip Reuters.
Menteri Luar Negeri Libya, Mohammed Abdelaziz, mengatakan Zeidan telah dibebaskan beberapa jam setelah diculik di sebuah hotel di Tripoli, oleh milisi mantan pemberontak rezim Moammar Gaddafi. ”Dia telah dibebaskan, tetapi kami tidak memiliki rincian lebih lanjut sejauh perihal pembebasannya,” kata Abdelaziz kepada AFP.
Juru bicara Pemerintah Libya, Mohamed Kaabar mengatakan kepada kantor berita negara LANA, bahwa perdana menteri telah dibebaskan . Namun, dia tidak menjelaskan lebih rinci. ”Dia dibebaskan,” ucapnya.
Beberapa saat sebelum pembebasan Zeidan itu, Wakil Perdana Menteri al-Seddik Abdelkarim telah bersumpah bahwa pemerintah tidak akan memberikan tebusan kepada para pelaku tindakan kriminal. ”Pemerintah tidak akan menyerah pada pemerasan oleh siapa saja,” ujarnya.
Sebuah pernyataan pemerintah sebelumnya mengatakan Zeidan telah diculik untuk tujuan yang tidak jelas oleh para pria bersenjata yang diyakini mantan pemberontak Gaddafi. Sebelumnya kelompok bekas pemberontak rezim Moammar Gaddafi, juga mengklaim atas penculikan Zeidan di Hotel Corinthia, di Tripoli, di mana pemimpin Libya itu tinggal.
”Penculikan dilakukan, setelah ada pernyataan John Kerry (Menteri Luar Negeri Amerika Serikat) tentang penangkapan Abu Anas al-Liby (pemimpin al-Qaeda Afrika). Dia (Kerry) mengatakan, Pemerintah Libya menyadari atas operasi AS,” kata seorang juru bicara kelompok penculik Zeidan, seperti dikutip Reuters.
(mas)