PM Libya diculik usai bos al-Qaeda Afrika dibekuk
Kamis, 10 Oktober 2013 - 12:48 WIB
PM Libya diculik usai bos al-Qaeda Afrika dibekuk
A
A
A
Sindonews.com â Beberapa saat setelah berita penculikan terhada Perdana Menteri Libya, Ali Zeidan tersebar, Pemerintah Libya, bersedia mengkonfirmasi berita itu. Dalam sebuah pernyataan di situs resminya, Pemerintah Libya membenarkan jika pemimpin mereka diculik pagi tadi (10/10/2013).
âPM Ali Zeidan diculik saat fajar, pagi ini oleh kelompok bersenjata, ke tempat yang tidak diketahui dan untuk alasan yang tidak diketahui,â bunyi pernyataan pemerintah, seperti dikutip Reuters.
Penculikan terjadi lima hari setelah pasukan komando Amerika Serikat menangkap pemimpin al-Qaeda untuk wilayah Afrika, Abu Anas al-Liby. Dia didakwa atas serangan di konsulat Amerika Serikat (AS) di Afrika Timur tahun 1998. Pemimpin al-Qaeda itu ditangkap saat hendak pergi ke tempat ibadah.
Anas al-Liby, menurut saksi mata dari pihak keluarganya, ditangkap sekelompok pria bertopeng dan bersenjata. Informasi terakhir, dia dibawa ke sebuah kapal perang dan diintergasi di sana.
Penangkapan pimpinan al-Qaeda itu sempat diprotes Pemerintah Libya, karena dilakukan di wilayah Libya, tanpa ada pemberitahuan dari pemerintah AS. Namun, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan penangkapan pria Libya itu sah, meski dilakukan di luar wilayah AS.
Pemerintah menduga, para penculik Zeidan adalah para bekas pemberontak rezim Momamar Gaddafi. Sebuah sumber di kantor perdana menteri mengatakan, Zeidan telah diculik dari Hotel Corinthia, di Tripoli, di mana pemimpin Libya itu tinggal.
Saluran televisi al â Arabiya, mengutip seorang pejabat di Libya, melaporkan, bahwa Zeidan telah diculik. Dalam sebuah rekaman video, Zeidan tampak mengerutkan kening dan mengenakan kemeja warna abu-abu. Sedangkan beberapa pria berpakaian sipil mendekap erat Zeidan.
âPM Ali Zeidan diculik saat fajar, pagi ini oleh kelompok bersenjata, ke tempat yang tidak diketahui dan untuk alasan yang tidak diketahui,â bunyi pernyataan pemerintah, seperti dikutip Reuters.
Penculikan terjadi lima hari setelah pasukan komando Amerika Serikat menangkap pemimpin al-Qaeda untuk wilayah Afrika, Abu Anas al-Liby. Dia didakwa atas serangan di konsulat Amerika Serikat (AS) di Afrika Timur tahun 1998. Pemimpin al-Qaeda itu ditangkap saat hendak pergi ke tempat ibadah.
Anas al-Liby, menurut saksi mata dari pihak keluarganya, ditangkap sekelompok pria bertopeng dan bersenjata. Informasi terakhir, dia dibawa ke sebuah kapal perang dan diintergasi di sana.
Penangkapan pimpinan al-Qaeda itu sempat diprotes Pemerintah Libya, karena dilakukan di wilayah Libya, tanpa ada pemberitahuan dari pemerintah AS. Namun, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan penangkapan pria Libya itu sah, meski dilakukan di luar wilayah AS.
Pemerintah menduga, para penculik Zeidan adalah para bekas pemberontak rezim Momamar Gaddafi. Sebuah sumber di kantor perdana menteri mengatakan, Zeidan telah diculik dari Hotel Corinthia, di Tripoli, di mana pemimpin Libya itu tinggal.
Saluran televisi al â Arabiya, mengutip seorang pejabat di Libya, melaporkan, bahwa Zeidan telah diculik. Dalam sebuah rekaman video, Zeidan tampak mengerutkan kening dan mengenakan kemeja warna abu-abu. Sedangkan beberapa pria berpakaian sipil mendekap erat Zeidan.
(mas)