Siksa putri kandung sampai mati, pria Saudi dicambuk 600 kali

Selasa, 08 Oktober 2013 - 18:35 WIB
Siksa putri kandung...
Siksa putri kandung sampai mati, pria Saudi dicambuk 600 kali
A A A
Sindonews.com – Fayhan al-Ghamdi, pria penceramah di Arab Saudi, dihukum penjara delapan tahun dan dicambuk 600 kali. Hukuman itu diberikan, setelah dia menyiksa putri kandungnya yang berusia lima tahun sampai meninggal.

Demikian, disampaikan Mohamed Almadi, Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Arab Saudi. Mengutip laporan CNN, Selasa (8/10/2013), sebuah pengadilan di Kota Hawta, Arab Saudi menjatuhkan vonis delapan tahun penjara dan 600 cambukan kepada Fayhan al-Ghamdi yang terbukti bersalah.

”Ibu gadis itu minta agar dia dihukum mati,” kata Almadi, mengutip pengacara untuk kelompoknya yang berada di ruang sidang. ”Dia telah meminta ayah gadis itu membayar uang atas darah gadis itu sebagai ganti rugi, yang merupakan hak dalam sistem hukum di Saudi.”

Penganiayaan itu sejatinya terjadi pada 2012 lalu. Korban yang didentifikasi dengan nama Lama, dibawa ke Rumah Sakit Raja Saud, di Riyadh pada Maret 2012 setelah menderita cedera luas. Mulai dari tulang rusuk yang patah, benturan di tulang kepala, luka memar, hingga luka bakar.

Keluarga, aktivis dan para pejabat mengatakan, gadis itu meninggal akhir Oktober 2012 lalu karena luka-lukanya. Kasus ini menyebabkan kemarahan masyarakat internasional, dan menjadi pemberitaan utama media-media dunia pada Februari 2013 lalu.

”Anak saya, sayang sudah mati, dan semua yang saya inginkan sekarang adalah keadilan, sehingga saya bisa menutup mata saya dan tahu dia tidak mati sia-sia,” ujar ibu korban, Syeda Mohammed Ali kepada CNN. ”Dia disiksa secara brutal dengan cara yang paling mengerikan.”

Perempuan itu telah lama bercerai dengan al-Ghamdi. Menurutnya, putrinya mengalami siskaan hebat saat tinggal dengan ayahnya. Sejak bercerai, al-Ghamdi menikah lagi dan dikaruniai dua anak.

Para aktivis mengenal sosok al-Ghamdi sebagai penceramah yang terkenal. Dia kerap tampil di stasiun televisi setempat. Namun, klaimnya sebaga ulama tidak diakui asosiasi ulama Arab Saudi.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
35 menit yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
1 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
2 jam yang lalu
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
3 jam yang lalu
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
4 jam yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
6 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved