Lagi, Malala akan dihabisi Taliban Pakistan

Selasa, 08 Oktober 2013 - 16:40 WIB
Lagi, Malala akan dihabisi...
Lagi, Malala akan dihabisi Taliban Pakistan
A A A
Sindonews.com - Malala Yousafzai, gadis Pakistan yang selamat setelah kepalanya ditembak militan Taliban hampir setahun lalu, kini kembali jadi target pembunuhan kelompok itu. Alasannya, kelompok tersebut tetap menentang kampanye pendidikan untuk wanita yang dikobarkan Malala.

Mengutip laporan Fox News, kemarin (7/10/2013), juru bicara Taliban Pakistan, Shahidullah Shahid, berbicara via telepon kepada The Telegraph, bahwa Malala tetap tidak akan aman. ”Kami tidak menentang Malala sendiri, tetapi kami menentang ideologinya,” ujar Shahid.

”Siapapun yang kampanye melawan agama dan mengkritik Islam, seperti yang ia lakukan dengan ideologi sekulernya, adalah musuh kita dan jadi kita akan menargetkan lagi, dan lagi,” imbuh Shahid.

Malala, yang kini berusia 16 tahun, ditembak di bagian kepala pada 9 Oktober 2012, saat naik bus dari sekolah menuju rumahnya di Kota Mingora. Dia pernah berpidato di forum PBB, bahwa ancaman senjata Taliban, tidak akan menghentikan kampanyenya untuk mengobarkan pendidikan untuk anak-anak perempuan di Pakistan.

”Dia menyerang Islam, jadi kami mencoba untuk membunuhnya, dan jika kita mendapatkan kesempatan lain, kita pasti akan membunuhnya dan itu akan membuat kita merasa bangga. Islam melarang membunuh wanita, tapi kecuali yang mendukung orang-orang kafir, dalam perang melawan agama kami,” imbuh Shahid, dilansir Sky News.

Malala lolos dari maut, setelah dia diterbangkan ke Inggris usai penembakan terjadi. Di Inggris, dia menjalani operasi di kepalanya. Saat ini, Malala bersama keluarganya tingga di Birmingham, Inggris, dan bertekad bersekolah dam menulis buku di sana.

I Am Malala: The Girl Who Stood Up For Education And Was Shot By The Taliban (Saya Malala; Gadis yang Berdiri, untuk Pendidikan, dan akan Ditembak Taliban,” demikian judul buku memoar Malala yang dirilis hari ini (8/10/2013), sehari sebelum peringatan serangan Taliban terhadap dirinya.
(mas)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
1 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
3 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
4 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
4 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
6 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
7 jam yang lalu
Infografis
Iran: 2 Kapal Induk...
Iran: 2 Kapal Induk Nuklir AS Tak akan Berani Menyerang!
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved