SBY: Pembangunan harus lebih ramah lingkungan

Minggu, 06 Oktober 2013 - 20:41 WIB
SBY: Pembangunan harus...
SBY: Pembangunan harus lebih ramah lingkungan
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan empat aksi bersama yang perlu diambil oleh setiap negara untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Demikian diungkapkan SBY saat membuka "Tri Hita Karana", Konferensi Internasional tentang Pembangunan Berkelanjutan yang dihadiri sejumlah kepala negara anggota APEC di Bali, Minggu (6/10/2013).

Seperti diketahui, hari ini kemajuan industri mendorong peningkatan kemakmuran bagi ratusan juta manusia di seluruh dunia, terutama kaum miskin di dunia. Sayangnya, kemajuan tersebut punya efek yang buruk, konsumsi bahan bakar fosil untuk mendorong kemajuan berbagai industri yang terus meningkat telah mengubah iklim global.

"Dewasa ini, sejumlah negara di dunia tidak seharusnya mengejar proses pembangunan yang akan membahayakan alam dan lingkungan. Kedepannya, sejumlah negara harus mampu mengontrol pengunaan bahwan bahan berbasis karbon untuk mengotrol gas berbahaya di atmofser. Kita tidak boleh sembuyi di bawah karpet dan acuh terhadap hak anak-anak dan cucu-cucu kita di masa depan," terang SBY.

SBY mengungkapkan, Tri Hita Karana, sebuah konsep yang berakar pada filosofi Bali, ketika manusia mewujudkan dengan baik, harmonisasi hubungan manusia dan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan sesama manusia maka akan berbuah kemakmuran dan kebahagiaan.

Tapi, rusaknya tiga wujud interaksi tersebut akan berbuah pada masalah global yang mendalam, seperti kerusakan lingkungan, kemiskinan, kebencian, dan pemanasan global.
SBY mengungkapkan langkah awal yang perlu dilakukan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan adalah siap beradaptasi dan merespon dengan tegas sejumlah tantangan besar yang kita hadapi.

Oleh karena itu, kita perlu mengembangkan globalisme baru yang menciptakan kerjasama internasional solid antara pemerintah, pebisnis dan masyarakat. Kemudian yang kedua, setiap negara harus jujur dan perlu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

"Ketiga, kita harus mempercepat integrasi kebutuhan lingkungan ke dalam strategi pembangunan yang kita miliki, Di mana kita harus menyesuaikan struktur ekonomi, konsumsi dan pola produksi," ungkap SBY.

"Terakhir, pemerintah dan semua aparatnya harus bekerja salam dalam kemitraan untuk mempromosikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan seimbang, melakukan pembangunan tanpa mengganggu pertumbuhan masa depan. Kita harus memanfaatkan potensi pergeseran ekonomi dan kekuasaan yang menjadi pembahasan banyak orang. Kita seharusnya meningkatkan kerjasama internasional dan mengurangi persaingan geo politik," ungkap SBY.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
18 menit yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
1 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
3 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
6 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
7 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
8 jam yang lalu
Infografis
Menkes: Laki-laki Celananya...
Menkes: Laki-laki Celananya Ukuran 33 Lebih Cepat Meninggal Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved