Bom kimia Suriah korek luka lama kaum Kurdi

Jum'at, 04 Oktober 2013 - 14:38 WIB
Bom kimia Suriah korek...
Bom kimia Suriah korek luka lama kaum Kurdi
A A A
Sindonews.com - Aroma manis tercium di udara Irak, 25 tahun lalu. Bola mata dari sebagian besar warga suku Kurdi di negara itu mendadak memerah. Beberapa ekor burung juga mendadak jatuh dari langit, dengan kondisi bulu hangus dan paruh berbusa.

Itu gambaran sekilas dampak bom kimia di Irak tahun 1988 silam. Kala itu, sekitar 5 ribu orang tewas, ketika Angkatan Udara Irak menjatuhkan bom kimia di Kota Halabja, negara bagian yang dikuasai warga suku Kurdi. Mereka pada saat itu hidup di bawah penindasan rezim Presiden Saddam Hussein.

Kini, warga suku Kurdi yang bermukim di wilayah Suriah trauma setelah terjadi serangan bom kimia di wilayah dekat Damaskus 21 Agustus 2013 lalu. ”Luka di kota kami telah dibuka kembali di Suriah,” kata Hamidah Hassan Mohammed, yang cemas menceritakan tragedi bom kimia yang menyerang rumahnya 25 tahun lalu di Irak.

”Kami merasa seolah-olah Halabja telah diserang lagi,” katanya lagi. Menurutnya, serangan bom kimia di dekat Damaskus Agustus lalu memicu warga Halabja yang masih trauma melakukan protes.

Amerika Serikat mengklaim jumlah korban tewas akibat bom kimia di dekat Damaskus Agustus lalu mencapai lebih dari 1.400 orang. Mereka menuduh pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad sebagai dalang serangan bom kimia tersebut.

Namun, Assad berkali-kali menepis tuduhan itu. Assad menuding balik kubu pemberontak yang melakukan serangan bom kimia. Salah satu alasannya, sebagian pasukannya juga menjadi korban serangan bom kimia tersebut.

Kepala Kurdistan dari Partai Demokrat di Suriah, Abdelhakim Bashar, mengatakan, seharusnya tragedi bom kimia di Halabja menjadi pelajaran mahal bagi Suriah. ”Halabja harus jadi pelajaran. Jika rezim Suriah tidak berbenah, ini akan menjadi preseden berbahaya,” ujar Abdelhakim Bashar.

”Apa yang kita takutkan adalah perisitiwa ini akan berubah, menjadi penghapusan rezim (Assad), dan penghapusan senjata kimianya. Ini adalah pekerjaan jangka panjang.”
(mas)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
Presiden Iran Minta...
Presiden Iran Minta Negara-negara Islam Bantu Suriah Hadapi Pemberontak
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
1 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
2 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
3 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
4 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
5 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
8 jam yang lalu
Infografis
4 Presiden Termiskin...
4 Presiden Termiskin di Dunia, Sumbangkan 90% Gajinya untuk Kaum Susah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved